75

1053 Words

Aku adalah wanita sekaligus anak yang cukup beruntung karena orang tuaku tidak pernah menentang apapun keputusan diri ini. Mereka selalu mendukung apapun upaya yang kulakukan demi kebaikan keluarga meski itu bertentangan dengan prinsip dan keinginan mereka. Ayah dan ibu selalu mendorongku untuk bahagia terlepas dari seperti apa prosesnya. Telah ku diskusikan dengan perlahan tentang keinginanku untuk membuat Mas Albi pulang kembali ke rumah ini. Kami bicarakan panjang lebar tentang rencana dan segala kemungkinan yang akan terjadi. Kemudian orang tuaku dengan hati yang sebenarnya berat, menyetujui keinginan diri ini untuk membiarkan suamiku mengambil kesempatan yang kedua. "Memberi orang kesempatan boleh saja tapi jangan sampai kau terlihat idiot." "Iya, ayah." "Teleponlah dia dan minta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD