Sekitar 15 menit atau 20 menit kemudian, ponselku berdering dan itu adalah panggilan dari Mas Albi. Entah dia sudah sampai di rumah mertuanya atau belum aku segera mengangkatnya dan menjawab panggilan tersebut dengan ucapan salam. Tapi sayang Mas Albi tidak bicara sama sekali. "Halo, Mas?" Rupanya suamiku sudah ada di rumah mertuanya dan mereka terdengar sedang bercakap-cakap di seberang sana. "Ada apa Albi mengapa wajahmu tegang sekali?" tanyanya ibunya Filza. "Ibu Saya menghargai engkau selalu berusaha untuk memperbaiki hubungan dan melindungi kami anak-anakmu, tapi aku mohon jangan terlalu masuk dan ikut campur dalam urusan rumah tanggaku terlebih kepada istri pertamaku, ku mohon ... maaf sebelumnya," ujar Mas Albi. Ingin sekali aku melihat seperti apa ekspresi wajah mertua Mas Albi

