38

1149 Words

"Ayah ... ayah kenapa?" tanya Filza dengan panik. Tak mau terlalu pusing akhirnya kumatikan ponsel dan mengakhiri mendengar kehebohan di rumah adik maduku yang stress itu. Kurasa dengan jatuh sakitnya ayah Filza wanita itu bisa sedikit sadar dan berpikir bijak akan sikap dan perilakunya. Dengan melihat ayahnya terkapar wanita itu akan berubah demi tak melihat orang tuanya tersiksa. Setidaknya, itu harapanku. Sebab kalau wanita itu tak mengubah sikapnya maka kurasa ayahnya akan meregang nyawa lebih cepat dari perkiraan kita. Kudengar pria tua itu mengidap hipertensi dan diabetes. Jika tensi atau gula darahnya naik, maka dia bisa drop atau terkena serangan jantung. Bukannya tak punya empati, tapi entah mengapa aku senang sekali. Pria yang baru pagi tadi melempar sejumlah uang ke depanku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD