"Akh!" "Kurang ajar! Nggak ada ampun buat kamu yang sudah bikin putri saya menderita karena kamu selingkuhi?!" Napas Dito menderu kencang. Matanya terus menatap tajam kepada Alam yang tergeletak di lantai dengan penuh darah serta lebam di seluruh wajahnya. "Apa kurang anak saya, hah? Sampe kamu tega main api dibelakangnya?!" Dito menarik baju Alam membuat laki-laki itu terpaksa berdiri. Padahal tungkai kakinya saja sudah tidak mampu menahan bobot tubuhnya. "Dia rela homeschooling karena kamu hamilin di umur yang belia?! Sekarang kamu malah menyelingkuhi, ya?! Terbuat dari mana hati kamu Alam?!" Dito melayangkan pukulan ke wajah Alam lagi. Tidak peduli saura lirih kesakitan dari laki-laki itu. "Saya pernah bilang, kalo kamu berani menyakiti putri saya, maka kamu habis ditangan saya?!" de

