19. Perasaan sebenarnya

1128 Words

"Thanks buat malam ini." Rama tersenyum sambil merapikan kerah jasnya. Bulan tersenyum. "Sama-sama. Lo hati-hati di jalannya," pesan Bulan. Wanita itu kemudian menutup pintu apartemen setelah mengantarkan Rama ke depan sana. Senyum tipis terpatri di bibir wanita itu. Begitu memasuki kamar, Bulan merasa biasa-biasa. Sebelum suara rintihan dari Bintang membuat wanita itu terusik. "Kenapa lo?" tanya Bulan, menggapai bahu sang adik. Wajah Bintang yang terlihat pucat, menjadikan perasaan Bulan sedikit kalut. Pasalnya, kalau Bintang kenapa-kenapa dia yang akan jadi sasaran amukan dari Papih. "Perut aku sakit," rintih Bintang. "Kok bisa sakit, sih?" tanya Bulan dengan kernyitan di dahinya. "Soalnya dari siang tadi aku belun makan, Kak." Bintang kembali meringis. Mendengar itu mata Bulan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD