Tanpa mengetuk pintu Presdir Utama. Bulan membuka pintu itu, dan langsung disuguhi oleh pemandangan yang bikin sakit mata. Bulan meringis. "Sorry," cicitnya. Kemudian menutup pintu itu lagi, menyandarkan punggungnya ke tembok. "Ck! Kalo ciuman nggak mikir tempat sama waktu," gerutu Bulan. Wanita itu merogoh tasnya untuk mencari keberadaan ponselnya. Ada lima menit kemudian. Berlian keluar dari ruangan itu. Menjadikan Bulan mendengkus geli. "Udah?" tanya wanita itu. Berlian nyengir. "Gue kelamaan, ya?" tanya Berlian balik. "Nggak usah nanya kalo udah tau jawabannya." Bulan merotasikan bola matanya. "Utututuuu, cayang, ya Erli nggak boleh marah, dong." Berlian memeluk lengan Bulan. "Apa, sih!" Bulan tertawa pelan. Dua wanita itu berjalan keluar dari kantor menuju restoran yang letakn

