24. Andre dan Arlan

1274 Words

Alam menjauhkan wajahnya dari wajah Bulan. Satu tangannya beralih menangkup pipi Bulan dan mengelusnya lembut. "Lo makin cantik," ujar Alam pelan. Bulan menarik sudut bibirnya. "Mamih gue cantik—" "Makanya gue cantik," sambung Alam dengan senyum mengejek. "Dari dulu lo sering bilang gitu dan gue masih ingat," jelas Alam. Bulan tertawa pelan. "Kayaknya lo nggak pernah lupain sesuatu yang bersangkut paut sama gue, deh," kelakar Bulan. Dengan bangga Alam malah menganguk. "Susah buat lupain, ya. Terutama ini." Tangan Alam mengelus bibir bawa milik Bulan. "Gue nggak pernah lupain rasanya, dan itu tetap sama. Cuman gue mau marah aja karena sudah beberapa orang pasti pernah mencicipi ini." Alam mendengkus kasar. "Itu masalah lain, jangan di perbesar." Bulan menepuk bahu Alam. "Lagian berapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD