17

1553 Words

“Masih sakiit...” Abby mendorong tubuh Daniel dari atas tubuhnya. Daniel semakin gemas dan tak ingin melepas pelukannya pada Abby, ia malah kembali memeluk dan menciumi bibirnya. "Apa kau tidak merasa lelah? Tubuhmu saja masih berkeringat" Abby menunjuk sebuah butiran keringat yang masih menempel di dahi Daniel. Daniel berbisik pada Abby, "Untukmu aku takkan pernah merasa lelah. Sekarang kau adalah sebuah candu bagi diriku." Nafas bisikan Daniel di telinganya membuat Abby kembali merinding dan b*******h, "Tapi masih sakiiitt..." Daniel tersenyum menatap wajah Abby yang begitu polos dan cantik, rasanya ia tak ingin kehilangan momen bersama kekasihnya itu sedetik pun. Jarinya membelai pipi lembut Abby dan tak melepaskan pandangannya. “Apa yang kau pikirkan?” Abby mengigit jarinya seraya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD