Sembilan Belas

1515 Words

Alea terbangun mendengar suara burung bersahut-sahutan dari luar kamarnya. Ia membuka sedikit matanya. Matahari sepertinya sudah tinggi karena cahayanya menerangi kamar yang korden jendela dan pintu balkonnya terbuka. Balkon? Alea seketika bangun dan duduk kemudian melirik tempat tidur di sampingnya. Kosong. "Tidak!" Alea terhenyak. Kejadian semalam itu tidak mungkin mimpi. Ia melihatnya dan juga merasakannya. Jadi, bagaimana mungkin itu mimpi? Tapi nyatanya sekarang dia sendirian di tempat tidur ini? Dia tidak ada. Alea turun dari tempat tidur dan bergegas lari ke arah balkon. Pintu tidak terkunci jadi ia bisa membukanya dengan mudah. Ia berdiri di tempatnya semalam. Sungguh, hatinya sangat yakin bahwa kedatangan Dana semalam adalah nyata. Ataukah memang itu hanya halusinasinya? Ata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD