Chapter 72

1409 Words

Matahari memasuki ruangan itu dengan sinarnya yang semakin terang. Hari sudah pagi, dan Hujan terbangun dengan kepala sedikit pusing. Dia tidak bisa tidur karena memikirkan banyak hal. Kakinya melangkah untuk segera bersiap. Saat hendak makan siang, istrinya datang dengan wajah panik. “Beberapa orang datang dari kerajaan.”ucapnya segera. Perkataan yang membuat Hujan mengurungkan niatnya untuk sarapan. Dia segera bergegas keluar. Dia mendapati salah satu kaki tangan raja. Dia terlihat enggan untuk datang. Hanya dengan alasan yang krusial, dia datang ke tempat kediaman Hujan. Saat mendengar penuturannya, Hujan bergegas pergi. Tampaknya raja mengalami sesuatu yang sangat berat. Dia menitipkan segala yang ada di kerajaan kepada Hujan. Semua keputusannya dianggap absah dengan alasan Raja Kal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD