“Terima kasih untuk kesempatan yang diberikan.”ucap Embun sebagai kalimat terakhir. Saat dia hendak pergi, para petani malah mendatanginya. Mereka berbondong-bondong datang. “Tunggu dulu, kami harus mengatakan segala keluh kesah kami.” “Iya. Kau mengajak kami untuk itu kan?” Mereka mendesak Embun untuk tetap berada disana. “Kalian saja yang bicara.” “Ya, tapi kau harus ikut disini.” Semua orang tampak heran melihat mereka begitu bernafsu untuk bicara. Bicara dengan raja bukan hal yang mudah. Terlebih, ketika raja melintasi tempat tinggal mereka, tak ada yang berani menatap wajahnya. Mereka akan dicap tidak sopan dan pantas diberikan hukuman. “Kami ingin memberitahu sesuatu.” “Ya, silahkan.”balas Hujan mengambil alih. Dia melihat raja yang masih syok dengan semua ini. Dia tidak mamp

