Lima hari berikutnya. Pagi-pagi ketika aku membuka gerbang dan mengambil koran yang diselipkan, terlihat olehku sebuah amplop putih yang cukup menonjol di antara yang lain. Kuraih dan kubuka, betapa terkejutnya karena di sana sudah ada beberapa fotoku yang diambil dari beberapa hari terakhir. Foto ketika mengantar anak-anak ke sekolah, foto ketika pergi ke pasar,membersihkan pekarangan dan ketika mengantarkan suamiku ke pintu gerbang. Ada juga foto ketika kami berolahraga pagi dan berjalan beriringan di trotoar jalan,yang janggal di sini adalah setiap foto yang tergambar suamiku pasti dicoret dan ditusuk seolah ditusuk dengan pisau. Jujur mendapati hal ini aku cukup gelisah dan merasa bahwa ini adalah teror dan ancaman. Siapa yang akan menjepret lalu melubanginya kemudian mengirimkan k

