murka

1051 Words

Sesampainya aku di kantor polisi kulihat kedua orang tuaku sudah terduduk di antara para petugas yang sedang mengintrogasi mereka. Papa terlihat lelah, begitu juga Mama yang masih terlihat kaget dengan kejadian ini. "Saya dan istri tidak tahu apa apa," ujar Papa. "Kalo tidak tau apa apa, kenapa bisa barang bukti ada di dalan rumah kalian?" tanya petugas sambil menggebrak meja. "Bisa jdi itu adalah perbuatan orang yang memfitnah kami," jawab Mama. "Halah, keluarga kalian memang langganan keluar masuk kantor polisi," jawab polisi itu dengan senyum sinis. "Kami masuk ke kantor polisi kebanyakan bukan karena salah kami," ujar Mama pada petugas yang terlihat congkak itu. Tepat saat Mama menoleh dia bersitatap denganku dan mama memberi isyarat agar aku pergi dari tempat itu. "Tunggu dulu,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD