teror dan sinisnya

1291 Words

kalo baca karma harus minum air dulu ya, Bunda biar gak kesal sendiri. Tidak mau susah lebih dari ini aku putuskan untuk bangkit dna menghadapi kenyataan dengan menguatkan tekad. Aku tak boleh terlihat lemah di depan suami dan anak tiriku. Ya, aku juga teringat harus bicara padanya, aku harus tahu apa yang dia inginkan. Tok ... Tok ... Kuketuk pintu kamarnya perlahan dan gadis berhidung mancung dengan rambut panjang sedikit ikal di bagian bawah membukakan pintu kamarnya. "Boleh Tante masuk?" "Ada apa? Aku lagi tidur," gumamya yang tak urung menyingkirkan diri dan melenggang menuju kasurnya. "Tante ingin bicara. Membicarakan sesuatu di antara kita." "Apa?" Wajahnya mulai terlihat tidak nyaman. "Tempo hari kamu bilang bahwa mungkin aku punya modus lain menikahi ayahmu, maka aku i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD