“Binar?” Raymon berjalan tergesa-gesa menghampiri meja administrasi, mengundang rasa penasaran Kamala, Rajendra, dan Lula. Ketiga orang itu tampak terkejut, juga penasaran bagaimana laki-laki itu dan Binar bisa saling mengenal satu sama lain. “Kenapa kamu ada di sini, Nar? Bukannya kamu kerja di perusahaan? Apa yang terjadi sebenarnya, Nar? Lalu …,” Tatapan Raymon turun ke arah perut Binar yang terlihat membuncit di balik kemeja yang dikenakannya, “kenapa … kenapa perut kamu—” Binar langsung menutupi perut dengan blazer yang melapisi gaun selututnya. “A-abang kenapa bisa ada di sini?” tanyanya dengan terbata-bata. Tak menyangka jika akan bertemu dengan Raymon dan Baskara di tempat yang tidak pernah ia duga sebelumnya. “Akh!” Ringisan itu keluar dari mulut Binar begitu tangan kekar mili

