Sesaat setelah sampai indekos dan akan membersihkan diri, ponsel Binar berbunyi nyaring, membuat sang empunya mengurungkan niat. Dia segera mengambil ponsel di dalam tas. Namun, tak lantas menerima panggilan tersebut. Dipandanginya layar ponsel yang menampilkan nomor sang umi. Dia baru menerima saat panggilan itu akan berakhir. “Assalamu’alaikum, Mi.” “Wa’alaikumsalam. Gimana kabar kamu, Nar? Kenapa akhir-akhir ini jarang nelpon umi, sih? Apa ada masalah di sana?” tanya Umi Maira beruntun. Kekhawatiran terdengar jelas dari nada bicaranya. Akhir-akhir ini, Binar memang jarang sekali menghubungi Umi Maira. Mengirim pesan pun tidak. Dia takut jika mendengar suara Umi Maira, dia tidak akan bisa menahan diri untuk tidak menangis, seperti saat ini. Entah kenapa, setiap wajah sang umi membayan

