** Di mobil Bejo. Telepon seluler Tiwi berdering, Mas Wahyu dong yang nelpon. Buat apalagi sie? Ya pastinya mau tanya tentang hasil lamarannya di cafe Bejo sekalian nyari info, Bejo beneran nurutin keinginan dia apa enggak. "Alhamdulilah, Mas Bejo baik banget nerima aku di cafenya, Mas." Tiwi menjawab pertanyaan dari Wahyu. Bukan Bejo yang baik, tapi aku, Wi! Wahyu meralat dalam hati. "Oh, Syukur dech. Aku ikut senang dengernya," sahut Wahyu sambil manggut-manggut. "Makasih juga karena Mas Wahyu aku jadi tahu ada lowongan di sini," kata Tiwi membuat hati Wahyu berbunga-bunga. "Sama-sama, Wi. Nggak usah sungkan gitu," cetus Wahyu. Aslinya memang Wahyu baik kok, nggak akan nyesel kalau Tiwi jadian sama dia, tapi kapan nembaknya sie? Nanti nyari momen yang tepat dulu kata Wahyu. "Terus

