Turun dari mobil, tangan Rainier posesif memeluk pinggang Lyssa. Lyssa yang tak menyangka jika mantel Rainier panjangnya sampai mata kaki hampir saja tersandung saat menginjak kain. Tangan Rainier kokoh memegangi. Lyssa melirik wajah Rainier, wajah pemuda itu sudah kembali super-super datar. Salah seorang pemuda yang datang menjemput tadi mengambil alih mobil Rainier, sementara yang satu menemani Rainier menuju villa di depan mereka. Mengimbangi langkah kaki Rainier yang panjang-panjang, Lyssa mempercepat langkah. Sekali lagi hampir nyungsep saat menaiki tangga kecil depan rumah. Rainier sigap memeluk, menahan kekasihnya. Mengangkat kepala, tubuh Lyssa membeku. Ia yang sedari tadi terlalu takut dan gemetaran tak sadar, betapa di depannya ... teman-teman Rainier sudah menunggu. Rainie

