"Mas, kamu yang nyetir, ya!" Seluruh tubuh Nilam terasa lemas saat melangkah keluar dari rumah Hethy. Agus hanya mengangguk, lalu membuka pintu mobil untuk Nilam. Wanita itu melangkah pelan dan duduk di kursi penumpang. Dia merapatkan seatbelt dengan gerakan lambat, matanya tak lepas dari lantai mobil seakan enggan melihat dunia di luar. Kemudian, Agus menutup pintu, berjalan cepat memutar ke sisi kemudi, lalu menyalakan mesin. Mobil melaju perlahan keluar dari halaman rumah Hethy, tanpa banyak bicara, Agus berusaha menahan diri untuk tidak bertanya pada Nilam. Meski rasa penasarannya membuncah. Sesekali, mata pria itu melirik ke arah Nilam yang duduk terpaku, dengan wajah datar memandang kosong ke luar jendela, seperti tenggelam dalam pikiran sendiri. Menangkap tatapan Agus, akhirnya

