"Jangan terlalu formal lah, Nil," ucap wanita paruh baya itu masih dengan senyuman di bibirnya yang dibuat-buat agar terlihat ramah. "Ayo, taruh makanannya di meja sana!" lanjutnya menunjuk ke arah meja yang ada di halaman belakang dekat kolam renang. "I–iya, Bu Hethy." Ya, wanita paruh baya di hadapan Nilam adalah Hethy — ibu Tirta. Agus dengan lincah wara wiri mengambil kotak-kotak makanan dari mobil dan ditaruh ke meja untuk selanjutnya akan ditata Nilam dengan cekatan di piring saji yang sudah tersedia di atas meja panjang berlapis taplak putih. Tangan wanita muda itu bergerak cepat tapi hati-hati, memastikan setiap potongan lauk tersusun rapi, saus tak menetes sembarangan, dan garnish tertata cantik. Di ujung meja, Hethy berdiri dengan tangan terlipat di depan d**a. Tatapannya me

