Mainan

1430 Words

Arana dengan penampilan yang rapi berjalan menuruni tangga dengan sesekali menguap, hanya pakaiannya yang rapi, tidak dengan wajah gadis itu yang terlihat sangat kusut. Seperti biasa rumahnya ramai akan pelayan dan penjaga, walaupun begitu ia tetap merasa kesepian, hanya satu alasan Arana berpakaian rapi di hari libur, yaitu Bara, papanya. Mulai dari pakaian, sifat, gaya bicara, bahkan gaya berjalan Arana pun diatur oleh papanya, itulah Arana, bak boneka hidup yang bernapas tapi tidak bisa mengendalikan raganya. Gadis itu menatap bosan sekeliling rumahnya yang benar-benar tidak ada keistimewaan atau kebahagiaan apa pun. Arana terus melangkahkan kakinya keluar rumah, mungkin sedikit bersantai dan menghirup udara segar diluar rumah bisa mengusir kebosanan yang melandanya. "Nona mau keman

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD