Arana melihat sekolah yang sudah mulai sepi, sekarang hanya tersisa dirinya, Nesya dan Gita. "Na, ayo pulang," ajak Gita menepuk bahu Arana yang masi berdiam diri di depan pintu kelas. "Lo duluan aja, gue ada urusan," jawab Arana membuat Gita menggelengkan kepalanya. "Lo masi inget kan waktu gue di bully sama Melisa," ujar Gita, ya dia tidak mau hal itu terulang kedua kalinya. "Gue bisa jaga diri." Gita menimang sesaat, tapi benar, Arana memang bisa bela diri bahkan Arana yang menyelamatkan nya. "Mm.. yaudah, kalau gitu lo hati-hati ya, gue sama Nesya pulang dulu," pamit Gita dan dianggukki Arana. Gita pun menarik tangan Nesya melangkahkan kaki menuju gerbang utama. Arana menghela napas lega, ia kembali melihat sekeliling yang terlihat kosong, dan barulah gadis itu melangkahkan kakin

