Janji di Bawah Cahaya Temaram

1354 Words

Anya tidak lagi peduli pada sekat antara majikan dan bawahan. Ia duduk di kursi depan, tepat di samping Candra, dengan tangan yang masih meremas kuat punggung tangan Candra yang berada di atas tuas perseneling. Matanya yang berkaca-kaca menatap profil samping wajah Candra yang tegas. "Can... selama ini aku buta," bisik Anya dengan suara bergetar. "Aku mengejar cinta yang salah, memuja laki-laki yang hanya memberiku luka. Tapi belakangan ini, setiap kali aku dekat sama kamu, ada getaran yang nggak pernah aku rasain sebelumnya. Kamu selalu ada, tanpa banyak bicara, tapi perbuatanmu jauh lebih nyata dari janji siapa pun." Anya menunduk, setetes air mata jatuh ke punggung tangan Candra. "Tapi aku tahu diri, Can. Aku ini wanita yang punya masa lalu kelam... aku mengandung anak laki-laki l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD