18

1075 Words
Minhyuk dan yang lainnya sudah selesai makan dan berniat kembali ke kelas mereka. keenam siswa itu berjalan beriringan sambil bercanda gurau, tapi sesekali Meika mengerutkan dahinya.   "kau kenapa, Mei?" tanya Siska yang ada disebelah Meika.   "aku hanya memikirkan Jay...."   "waaah..kau rindu padanya ya, kak?" goda Dimas yang langsung mendapat delikan dari Siska.   "sudahlah jangan dipikirkan….Jay bisa menjaga dirinya kok" timpal Eric menenangkan Meika.   Dirasa Meika mulai tenang, mereka mulai kembali berjalan menuju kela. Tapi, baru saja mereka berjalan sudah dikejutkan dengan siswa siswi yang berlarian menuju taman belakang. Karena penasaran tak enak, Reza memberhentikan salah satu dari mereka.   "ada apa?" tanyanya.   "kak Sandi dan kak Jay bertengkar" jawab lelaki itu sambil kembali berlari.   Meika yang mendengar kata berkelahi, langsung berlari menuju taman belakang. Dan seseorang yang mendengarkan ucapan mereka juga ikut berlari kearah yang sama dengan Meika saat ini. Sedangkan Siska dan yang lain masih memproses ucapan lelaki tadi.   "astaga Jay/kak Jay" panik mereka berlima sambil berlari ketaman belakang mengikuti Meika.   Sampai di taman belakang, benar saja Meika melihat Sandi sedang memukuli Jay dengan membabi buta.   "Yak! HENTIKAAAAAAAAN" teriakan Meika membuat Sandi berhenti memukuli Jay dan menatap Meika terkejut.   ❇   Setelah berteriak tadi, minhyuk menghampiri keduanya dan menolong Jay untuk ia bawa ke UKS agar ia bisa mengobati luka Jay yang tentu saja diikuti oleh Siska dan teman-teman Jay tak lupa ada Sandi dan Rika yang mengikuti dari belakang. Dan disinilah mereka sekarang, diruang uks dengan Meika yang mengobati luka Jay. Dengan Sandi yang memperhatikan mereka berdua.   "lihat apa yang kau lakukan San…" kata Meika dengan nada dinginnya.   "maafkan aku" sesal Sandi   "dan kau…..kenapa kau tak melawan?" maki Meika pada sang kekasih.   "aku hanya tak ingin berkelahi dengannya"   "tapi, dengan kebodohanmu, lihat ini, ini, ini, ini dan ini juga" kata Meika dengan menunjuk luka diwajah Jay.   "yak! Itu sakit Mei"   "biarkan saja"   "ya ya maafkan aku, aku hanya tak mau bertengkar dengan teman lamaku..."   "APA! kau dan Sandi...kalia-"   "ya, tapi itu dulu dan karena sesuatu hal aku dan dia jadi bermusuhan"   "masalah apa?" bukan Meika yang bertanya, tapi Siska yang penasaran tentang suatu hal tersebut.   "yah, dia merebut kekasihku..." kata Sandi santai.   "hei, siapa yang merebut kekasihmu? dia yang mendekatiku dan bilang suka padaku" kata Jay tak terima disebut perebut kekasih orang.   "jika bukan kau yang menggoda mana mau dia denganmu" sungut Sandi.   “apa buktinya bahkan setelah kita renggang dia tak muncul dihadapanku bahkan dia tidak menjadi kekasihku” Jay ikut tersulut emosi.   “jadi begitu ya” kata Sandi sambil berfikir.   “apa? hanya iu tanggapanmu”   "tunggu tunggu….jadi selama ini kak Sandi telah salah mengira…" ucap Jacop.   "maksudmu?" tanya Sandi.   “begini tadi kak Jay bilang gadis itu tak menampakkan dirinya dihadapan kak Jay setelah kalian berpisah hal itu membuatku berfikir kalau kalian dijebak oleh gadis itu”jelas Jacop.   “tumben otakmu cerdas Jac” puji Dimas yang langsung mendapat delikan dari Jacop.   “jadi dia hanya me-aaah sial” umpat Jay. Sandi juga tak kalah kesalnya dengan Jay hanya saja dia mengumpat dalam hati.   "jadi ini hanya salah paham?” tanya Sandi.   “sepertinya begitu” jawab Jay.   “hah maafkan aku, Jay sudah menuduhmu yang tidak-tidak"   “tak apa aku juga baru sadar”   "jadi kita berteman lagi?" tanya Sandi.   "baiklah..kita berteman" balas Jay.   Akhirnya mereka semua menjadi saksi kembalinya persahabatan Jay dan Sandi. Sedangkan Meika merasa bingung dengan semuanya, tapi ia tak mempermasalahkan kebingungan itu. Justru ia malah senang Jay dan Sandi kembali berteman lagi. Jadi sekarang temannya bertambah lagi. Dan Rika, jangan ditanya dia sedari tadi hanya diam melihat interaksi semuanya dibalik tirai yang menutupi ranjang satu dengan yang lain. Dan dia juga ikut senang jika Jay dan Sandi kembali berteman.   ❇   Satu bulan sudah mereka berdelapan selalu bersama kecuali Rika, ia terlalu canggung dengan Meika dan juga Sandi. Padahal Meika sudah memaafkannya dan soal Sandi, ia sudah dibuang oleh lelaki tinggi itu, jadi ia tak mau mendekatinya lagi. Jadilah dia menyendiri saat berada di sekolah, duduk manis ditaman belakang dengan memakan bekal yang selalu ia buat sendiri. Bahkan saat di flat Eric, ia bersifat biasa saja saat teman-teman Eric main ke flat lelaki itu, tapi tak jarang ia beralasan mengerjakan tugas, belajar, bahkan pergi keluar. Seperti saat ini misalnya, semua teman Eric bermain di flat untuk belajar bersama, karena ujian kenaikan kelas akan segera dimulai dan mereka memilih rumah yang sekiranya sepi dan tak terlalu ramai. Mereka berdelapan akan mulai belajar saat..   "aku pulang" ucap seorang gadis yang baru saja masuk kedalam flat tersebut.   "kakak dari mana?" tanya Eric.   "habis belanja sesuatu..ya sudah lanjutkan belajar kalian…aku ke kamar dulu" jawabnya dengan mulai melangkah menuju kamarnya, tapi baru dua langkah suara seseorang menginterupsinya.   "Rik belajarlah bersama kami….bukankah lebih mudah jika kita belajar bersama" tawar Meika.   "maaf Mei….a-aku kurang enak badan jadi aku butuh istirahat" tolak Rika halus.   "baiklah Rik, semoga cepat sembuh" jawab Meika sedikit kecewa.   Rika kembali melakah menuju kamarnya. Saat Rika sudah menghilang Jay mengelus punggung kekasihnya, menenangkan gadis manis itu.   "maafkan kakakku ya, Mei” kata Eric.   "ya..tak apa kok Ric…aku mengerti" balas Meika dengan tersenyum pada Eric.   "baiklah kita lanjutkan belajarnya" kata Siska mengintrupsi pembicaraan kedua orang itu.   Mereka mulai melanjutkan belajarnya dengan mendengarkan penjelasan dari Siska. Tapi, berbeda dengan Sandi, ia tak fokus dengan penjelasan Siska, difikirannya sekarang berkecamuk tentang Rika yang menolak ajakan Meika tadi dan ia berfikir "mungkin ini salahnya" jadi ia harus meluruskan ini semua, ya! ia harus melakukannya.   ❇   Rika berangkat terlalu pagi pada hari ini, meninggalkan Eric yang masih bersiap-siap di flat-nya. Entahlah kenapa ia ingin berangkat pagi, mungkin ia ingin menenangkan diri dengan menghirup udara pagi yang menenangkan. Tapi, hal yang tak ia duga adalah disana, didalam kelas duduklah seorang Sandi dengan membaca bukunya membuat Rika seketika menghentikan langkahnya untuk masuk kedalam kelas dan menghela nafas sedikit untuk menenangkan dirinya. Rika memberanikan diri untuk memasuki kelasnya dan melewati meja Sandi. Tanpa ia ketahui Sandi meliriknya sekilas.   Kemudian suasana kelas menjadi hening, mereka berdua terlalu sibuk dengan pikiran masing-masing. Rika yang merutuki dirinya, karena berangkat pagi dan Sandi yang memikirkan bagaimana caranya mengajak gadis ramping itu bicara dan mulai mendekat padanya.   Lama mereka terdiam sampai kelas terisi dengan murid yang berdatangan. Tak terkecuali dengan,   "pagiiiii semuaaaa" sapa Meika pada semua murid di kelasnya.   "pagi Mei" sapa Lina dengan senyumnya dan menarik Meika untuk bergabung dengan yang lainnya.   Sedangkan Jay membiarkan gadisnya dibawa pergi oleh Lina. Ia lebih memilih menghampiri Sandi yang masih duduk terdiam, membaca bukunya.   "tumben sekali kau tuan Sandi" ejek Jay.   "apanya?" tanya Sandi singkat.   "berangkat pagi"   "aku bosan di rumah"   "ooh...."   "pagi Jay, San" sapa Siska yang baru datang.   "tumben dengan Eric, Sis? mana pacar kecilmu itu?" bukan Jay dan Sandi yang bertanya, melainkan Meika. Ia meninggalkan Lina saaf melihat Siska sudah datang.   "aish! kau ini menyebalkan ya Mei…. dia itu sudah besar asal kau tahu" bela Siska.   "wow besar ya" jawab para lelaki   Akhirnya mereka tertawa setelah menggoda Siska. Tanpa mereka sadari Rika merasa iri kepada mereka dan ingin bergabung, tapi ia tak mau Sandi marah padanya. Jadilah ia hanya memandang mereka dari tempat duduknya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD