Part 14

2919 Words

Duduk disamping Irsyad bukan hal yang menyenangkan bagi Runa. Ruang geraknya terbatas dalam ruang sempit bernama mobil, apalagi ditemani Irsyad yang berwajah dingin seperti sekarang ini. Untuk menarik napas saja rasanya sesak, apalagi untuk membuka mulut dan memulai pembicaraan di antara mereka. Runa tak berani, ia tak ingin mengambil resiko diamuk oleh lelaki beralis tebal itu. Ia lebih memilih memandangi jalanan dari kaca jendela disampingnya. Tapi semakin lama lehernya pegal karena terus menengok ke samping. Runa mulai bosan dengan kesunyian yang ada, memberanikan diri ia menggerakkan lehernya ke arah Irsyad yang begitu fokus melihat jalanan. "Kenapa kamu ngeliatin saya kayak begitu?" tanya Irsyad menyadari Runa sedang menatapnya. Runa meringis malu-malu. Tak menyangka lelaki itu den

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD