“Gendis," panggil lelaki yang setengah berlari menghampiri Gendis yang sedang menuju mobilnya. Gendis membalikkan badannya dan mendapati Irsyad yang berjarak tipis dengannya sedang mengatur napasnya. "Kamu ngapain lari-lari?" tanya Gendis dengan kening berkerut. "Ngejar kamu," jawab Irsyad dengan napas tersengal-sengal. Gendis tertawa kecil. "Irsyad langkah kaki aku tuh pendek. Tiga langkahku itu satu langkah kamu. Ngapain juga lari-lari," ledeknya. "Biar cepat, kamu mau kemana?" tanya Irsyad. "Ke kantor, ada klien yang mau ketemu aku," jawab Gendis sambil membuka pintu mobil. "Enggak bisa di cancel?" tanya Irsyad. Gendis menggelengkan kepalanya. "Enggak bisa, mereka udah jauh-jauh hari janjian sama aku," jawab Gendis yang langsung masuk ke dalam mobilnya. "Nanti aku kabarin kamu

