"Run, kamar kamu di sini ya," ucap Dini pada Runa yang tengah berdiri di sampingnya. Dini membuka pintu bercat putih itu, pemandangan yang membuat Runa cukup terkejut, kamar yang akan menjadi miliknya itu lebih besar dari kamar kosannya.Setelah berpikir berulang kali serta paksaan Dini yang hampir Runa terima setiap harinya, akhirnya Runa memutuskan untuk menerima tawaran untuk tinggal di kediaman Tama. "Yang ini kamar Irsyad, kalau ada apa-apa kamu bisa minta tolong Irsyad, kalau kamar Tante di bawah," ucap Dini sambil menunjuk pintu yang bercat sama dengan milik Runa. Runa mengangguk. Tapi dalam hatinya ia berdoa agar tidak ada apa-apa supaya ia tidak perlu meminta tolong pada lelaki itu. "Kamu istirahat dulu aja, nanti kita makan bersama ya," ucap Dini yang langsung melenggang keluar

