“Sudah selesai ya,” komentar Arrow. Dia menatap berita di televisi dengan senyuman yang mengerikan. BB yang berada di sampingnya saja menahan diri untuk tidak bergidik melihat kelakuan teman satu kampusnya dulu itu. “Benar-benar seperti sebuah insiden,” komentar BB, menatap tidak percaya. Arrow menganggukkan kepalanya. “Oh tentu saja. Bukan hanya kita kok yang membuat ‘insiden’ seperti ini. Kalau lawan kita bisa merekayasa, maka kita juga harus pintar merekayasa. Kehidupan ini, bukan, dunia ini, adalah perang ilusi,” ucap Arrow dengan senyuman sinis. Jika aura itu bisa terlihat, maka seluruh ruangan itu sudah menjadi hitam pekat. “Pria yang kamu tunjuk untuk eksekusi personal itu, kenapa kamu memilihnya?” tanya BB dengan wajah penasaran. Arrow menurunkan suara dari televisi yang masih h

