“Hormat untuk Tuan,” ucap Arrow kala memasuki rumah yang dijaga oleh beberapa orang di depan pintu. Penjaga yang berada di sisi kiri dan kanannya membiarkan pria itu masuk, mengetahui siapa orang tersebut. Rumah itu besar, dan penuh dengan orang-orang yang mondar-mandir berjalan di sepanjang koridornya. Ada satu ruangan khusus di ujung rumah itu, yang garis lurus dengan pintu masuk, yang menjadi tujuan Arrow datang ke rumah itu. Langkah pria itu dingin, dan orang-orang yang berlalu-lalang mengabaikan keberadaannya. “Aku tidak menduga Atasan Termuda memohon untuk kunjungan secepat ini,” suara seorang pria yang berada di depan pintu ruangan yang dituju membuat Arrow memberikan penghormatannya. “Tuan Besar telah menanti, Tuan Arrow,” ucap pria itu seraya membuka pintu menuju ruangan yang d

