Sebelum lanjut membaca, pastikan kalian sudah tap love cerita ini dan follow akun aku ya :) *** Setelah Revan dan rekannya pergi dari kedai kopi, juga dengan teman-teman Satya lainnya, kini Satya duduk menyendiri di kuri yang berada di sudut ruangan kedai kopi tersebut. Dirinya termenung, tangannya mengaduk es kopi yang dicampur dengan s**u menggunakan sedotan. Masih terngiang dalam benak Satya saat Revan mengibarkan bendera perang padanya demi bisa mendapatkan hati Dira. Satya kemudian mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja. Dicarinya nomor Friska di daftar kontak yang disimpan di ponselnya. Lalu Satya langsung menekan gambar telepondi layarnya untuk menghubungi Friska. Hanya dengan tiga kali berdering Friska langsung menerima panggilan masuk dari Satya. “Halo, Sat?” Suara Fri

