55

1563 Words

"Lea jangan takut, Mama akan tunggu di sekolah sampai Lea pulang." janji Anika sambil menatap yakin anaknya yang terlihat ragu saat akan berangkat ke sekolah. Orlando tersenyum tipis dan ikut berjongkok di hadapan putri kecilnya. Ia mengangkat tangannya untuk memegang kepangan Azalea dan mengusap-usapnya pelan. "Nanti siang, Ayah akan jemput Lea sama Mama di sekolah. Habis itu kita jalan-jalan bertiga ya? Lea mau kan?" tanyanya lembut. Azalea menatap Mama dan Ayahnya bergantian, kemudian dia mengangguk pelan sebagai jawaban meskipun masih terlihat raut ragu di wajahnya. Anika tersenyum lebar. Ia bangkit dari posisinya dan menggandeng Azalea. "Kalau begitu ayo kita berangkat!" ajaknya. Ia menoleh ke arah Orlando dan meraih tangan suaminya untuk disalimi. "Maaf ya aku engga bisa anter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD