Pagi-pagi sekali Fatra sudah bersiap-siap hendak berangkat kerja. Jam di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul enam lebih lima menit. Padahal biasanya Fatra berangkat ke kantor pukul tujuh tepat. Sedikit merapikan rambutnya dengan sisir, memakai sepatu sneakers low top andalannya yang berwarna cokelat berpadu dengan hitam, celana bahan berwarna hitam, dan kemeja biru laut yang lengannya digulung sampai siku. Saat hendak membuka pintu langkahnya terhenti dan menyadari jam tangannya belum ia pakai. Lalu dengan cekatan ia raih jam tangannya yang ada di atas nakas, dan memakainya sambil berjalan keluar dari kamar. Nyonya Andri terlihat sedang menyirami tanaman di taman depan dekat carport. “Lho, sudah mau berangkat, to?” Tanya Nyonya Andri menoleh saat menyadari ada yang membuka pintu yang

