mengingat kenangan

1005 Words
panas terik ny matahari membuat badan gladis semakin lemas gladis menjatuhkan badan ny ke atas kursi dia mengingat bahwa dia belum memakan apa pun semenjak pagi padahal dia sudah mengerahkan seluruh tenaga ny untuk membersihkan rumah yg megah dan besar ini kaki ny tertatih menuju dapur glsdis melihat dikulkas sebungkus mie instan hatinya sangat senang bagai mendapat harta yg sangat berharga setelah memasak ny dengan lahap gladis menyantap mie instan tersebut.dis mengingat bagaimana dia bisa masuk ke dalam keluarga jayadiningrat flassback.. hari hari nya sangat bahagia tinggal dirumah panti asuhan damai sejahtera dengan bunda asuh yg sangat baik dan juga adik adik ny yg sangat dia sayangi. iahh nasip mereka semua sama ditinggal orang tua yg tak menginginkan mereka sedari bayi. ibu Yasmin adalah donatur yg selalu rutin datang berkunjung. dia adalah ibunda dari Sean Adi jayadiningrat. ibu Yasmin banyak membantu finansial panti. pernah saat kepemilikan tanah panti asuhan bermasalah Bu yasmin lah yg mengurus semua nya sampai beres. beliau tinggal berbeda negara dengan Sean, dulu ny Sean lebih sering menghabiskan waktu kerja ny di luar negeri. hari itu tepat jadwal ibu yasmin berkunjung ke panti asuhan. mobil nya mendarat di halaman luas panti asuhan. anak anak berlari berhamburan menyambut Yasmin. seperti biasanya ada satu persatu anak anak akan menyalaminya dan memberikan ciuman manis di pipi 8bu Yasmin. saat ibu yasmin sedang asyik bermain dengan anak anak tiba tiba beliau jatuh pingsan. segera mungkin kami bawa kerumah sakit ,Karna kmi merasa sangat kwatir. sesampai dirumah sakit dokter langsung memeriksakan keadaan ibu yasmin. "keluarga ibu Yasmin",,,,teriak dokter keluar dari ruangan. aku dan bunda Dora bangkit berdiri "iaa,,,,," kami menjawab dengan serentak bisa kita bicara diruangan. aku meminta bunda menemani ibu yasminn. sampai di ruangan dokter, "begini nona,ibu Yasmin menderita gagal ginjal . kedua ginjal ny saat ini sudah mulai tidak berfungsi lagi dan beliau harus secepat nya menemukan pendonor ny. mengingat usia ny yg sudah senja." aku terkejut takkala mendengar perkataan dokter. sejenak aku diam terpaku. mengingat kebaikan dan kemurahan hati nya terlebih kepadaku tanpa berpikir,,,, "dokk ,,,bisa kah saya menjadi salah satu pendonor??" ucap ku dengan penuh keyakinan "baik lah nona kita akan melakukan pengecekan terkait ke kesehatan nona dan Golongan darah." "baik lah dokk,,," "tolong secepat nya,,,,,, "pintaku kepada dokter "ayo nona kita akan melakukan pengecekan kesehatan nona." setelah beberapa menit melakukan pengecekan dan kecocokan , "nona bisa istirahat sebentar sambil menunggu hasil ny."ucap dokter "baik lah dok." butuh waktu 20 menit dan hasil ny pun keluar. hasil nya menunjukkan bahwa ginjal ku sangat cocok untuk ibu yasminn. yahh walau pun beliau kaya raya sulit untuk menemukan pendonor yg cocok untuk beliau. dengan kuat bunda memengang tangan ku. "gladies,, apa kamu yakin nak untuk melakukan ini??" aku memeluk bunda sambil menangis "ia Bun...aku akan membalas kebaikan beliau,,,," "tapi tidak seharus nya kamu melakukan ini sayang,,," "gpp Bun..gladis sudah yakin dengan pilihan gladis". "baik lah sayang jika itu sudah menjadi keputusan mu." Dora melepas pelukan ny dan mengusap lembut pipi gladis. dengan segala persyaratan akhirnya operasi pun dilakukan dengan baik. saat ini aku dan ibu Yasmin berada diruangan yang sama. ibu Yasmin sudah siuman dia menangis. sambil sesekali melirik kearah gladis yg masih dipengaruhi obat bius "gladis sayang ku,,,hiks hiks kau telah memberikan ku sebuah harapan untuk hidup.!" Dora yang berada di samping Yasmin memegangi tangan nya. "bu jangan menangis ibu harus banyak istirahat." setelah beberapa hari di rumah sakit aku merasa kesehatan ku sudah pulih begitu juga dengan ibu yasmin. besok adalah jadwal nya untuk pulang kerumah. Yasmin menghampiri gladis yg sedang memperhatikan bunda Dora mengemas barang barang. Yasmin meraih jemari gladis, dia menitikkan air matanya. "gladis ,,,trimakasih banyak nak untuk kehidupan baru yang sudah kau beri kapadaku." "bu jangan menangis seperti itu." "saya yang seharus nya mengucapakan banyak terimakasih karna selama ini ibu lah yang membantu kehidupan kami." Yasmin semakin berurai air mata sebenarnya semenjak pertama kali melihat gladis, hati nya telah jatuh hati kepada wanita tersebut. melihat kecantikan nya dan kebaikan nya membuat hatinya ingin meminang gadis tersebut buat Sean. "sayang kau tidak boleh menolak permintaan ku ini." "aku ingin menghabiskan hari tuaku bersama mu." "ikut lah dengan ku sayang ,,, aku akan menjagamu dan merawat mu dengan baikk,,," "menikah lah dengan Sean anak ku,,," ucap Yasmin. gladis terpaku mendengar ucapan yasmin. gladis masih menunggu Galang pujaan hatinya yg berjanji akan kembali datang untuk menikahinya. "Bu,,,,,,,, "aku akan membalas kebaikan mu ini sayang,,,, aku akan menjaga mu sampai akhir hayat ku,,, hanya ini yang bisa kulakukan untuk mebalas nya." aku ikut menangis sesenggukan, berat rasa nya meninggal kan bunda dan panti. mengingat aku sedari bayi tumbuh dan besar dilingkungan panti asuhan. aku melihat bunda Dora yang menitikkan air mata juga. dia mengangguk pertanda beliau memberikan aku izin. "sayang sekarang kau sudah dewasa, bunda tidak ingin selama hayatmu akan tinggal di panti dan mengurus panti." "kau adalah anak gadis pertamaku, bunda mau gladis hidup bahagia punya keluarga." "selama ini kau tidak pernah memikirkan kebahahianmu." "kau selalu menomor satukan panti tanpa memikirkan dirimu sendiri." "bunda mau saat ini kamu melakukan apapun yang belum bisa kamu lakukan selama 21 tahun." bunda menyakinkan ku,,,, "baik lah bun,,," "tapi aku punya satu ke inginan Bu yasmin," "ibu jika aku menikah dengan anak mu, "tolong jangan beritahukan semua ini." "aku tidak mau dia menikah dengan ku hanya karna merasa berhutang Budi kepadaku." Yasmin meraih tangan gladis dan mengusapnya dengan lembut "baik lah sayangg... jika itu keinginan mu, aku akan mengatur semua nya sesuai keinginan mu. mulai saat ini panggil mami Yasmin yah sayang" ucap yasmin flassback berakhir,,,, setelah menghabiskan sisa mie instanya gladis beranjak menuju kamar nya. kaki nya sangat sakit saat menaiki anak tangga. setelah sampai di kamar direbahkan nya tubuh mungil nya yang sangat kelelahan. dia mengingat koper pakaian yang dibawa nya dari panti asuhan kemarin. di bangkit berdiri mencari kesana kemari. gladis membuka lemari yang berada dikamar tersebut. ternyata semua nya sudah tersusun dengan sangat rapih. "siapa yang merapikan pakaian ku yah??" "apa!!!" "manamungkin semua itu terjadi." mengingat kebencian Sean kepada nya. "ahkk sudah lah ,,,siapapun yang telah merapikan semua ini ,aku akan berterimakasih nanti."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD