untuk yg kedua kali nya

1007 Words
gladis menelisik lebih teliti kamar nya,ada balkon dikamar tersebut dari sana dia bisa melihat biru nya langit dan melihat suasana luar dari istana jayadiningrat. hembusan angin menelisik badan nya, gladis sangat bahagia senyuman manis nya terpancar. "" Tuhann ijin kan aku untuk bahagia walau hanya sebentar saja "ucap gladis sambil melihat biru nya langit. gladis kembali keranjang nya yg empuk dia membaringkan tubuh nya yg sangat letihh dan dengan cepat gladis sudahh dialam mimpi nya. jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Sean yg baru saja tiba dirumah dengan cepat menuju kamar nya Krn hari ini dia tidak fokus bekerja. dia dengan cepat menyambar handuk nya dan lngsung menyegarkan diri nya. setelah mandi perut nya mulai kelaparan dia menuju lantai bawah. dia melihat isi kulkas hanya ada bahan mentah. "arrrghh... aku baru ingat bi asih aku kasih libur seminggu." "gladies...gladissss dimana sihh perempuan tidak berguna ini." Sean menaiki anak tangga dan masuk ke kamar gladis. darrrrrrrr "heiii kauuu,,,,,,,,," gladis yg kelelahan tertidur pulas sampai lupa waktu. mendengar hentakan pintu yg sangat keras gladis tersentak kaget dari tidur nya. "ampunn tuan ampunn maaf kan akuu,,," dengan spontan aku mengucapkan nya. ""heii kau enak saja yah tidur sementara aku lelah memanggil mu. apa kau tidak punya kupingg ,,,,, hahhhhh,,,,,,,,," "maaf tuan aku kelelahan bekerja seharian"" ""Alah begitu saja kau sudah kelelahan. "cepat masakkan aku sesuatu aku sangat lapar"" ""baik tuan ." dengan cepat aku melangkah kan kaki ku kedapur. saat aku sedang berkutak di dapur, memasakkan nya nasi goreng sesekali ku lirik wajah suami ku itu. Sean sibuk dengan gawainya kuperhatikan lekuk wajah nya yg tampan dan tampak lebih baik seperti itu dibandingkan dia marah. nasi goreng nya telah siap dan aku memberikan nya kepada Sean. "ini tuan nasi goreng nya!!" ""hmmm pergi lah nanti selera makan ku hilang"" sebenar nya aku juga lapar karna hanya mie instan td siang lh yg menemani perut ku. dengan cepat aku pergi ke lantai atas, disana aku merenung aku berjanji kepada diriku untuk tidak terlihat lemah dan menangis terus. dan malam ini kulewati dengan perut yg keroncongan... jam menunjukan pukul 5 pagi sekarang aku mulai mengatur waktu ku agar Sean tidak marah terus menerus. kugerak kan badan ku agar kantuk ku pergi . pagi ini badan ku sudah lebih baik hanya saja bekas sundutan rokok Sean masih sedikit sakit di baha ku ""ayo gladis semangat "" aku menyemangati diriku sendiri. cepat cepat aku bergegas ke bawah sebenar nya aku sudah terbiasa melakukan ini dlu di panti. saat aku mulai fokus dengan pekerjaan ku terdengar suara langkah kaki dari arah pintu depan. aku memeriksa nya dan ternyata Sean sedang berjalan sempoyongan nampak nya mabuk berat. ""tuann apa yg sedang terjadi tanyaku kepada suamiku ""ehhhkk kau ..iahh kauu..kau telah menghancurkan hidup ku." "hayalanku hidup bahagia membina rumah tangga bersama istri yg kucintai telah sirna." "kau mau uang,,,,,, "ucap Sean sambil sempoyongan. Sean merogoh kantong nya dan dia melempar uang tepat di muka ku. ""itu ambil uang nya"" teriak Sean kencang. Sean meracau ,,,di saat mabuk pun dia masih tetap sangat membenci ku. kukerahkan tenagaku. aku memapah nya kedalam kamar nya kurebah kan badan nya yg sudah sangat berantakan. Sean prov... setelah makan malam kemarin Sean sangat prustasi Krn dia mendapatkan kabar bahwa mami Yasmin akan pulang seminggu lagi dari Paris Yasmin sengaja berbohong mengatakan kepada Sean ke Paris untuk berobat Sean sangat prustasi dan hanya minum yg bisa membuat nya tenang dengan cepat dia meraih kunci mobil nya dan meleset ke club'"" di saat aku hendak melangkah kan Kaki ku meninggal kan Sean, tiba tiba dia menarikku kedalam pelukan nya. dia menciumi bibir ku dengan kasar melumat bibir ku tiada henti. ""hentikan tuan" dengan sekuat tenaga aku mendorong badan Sean. tp kekuatan an nya jauh lebih kuat dibandingkan tenaga ku. tangan Sean sudah menjalar kemana mana dia menarik paksa pakaian yg ku kenakan dengan cepat aku sudah tidak mengenakan sehelai baju. dengan kasar dia menjilat dan menyedot s**u ku tangan nya mulai mengerilya di s**********n ku. aku menangis menyerittt ""seann lepaskan ak...."Sean kembali melumat bibir ku nafas nya mulai memburu dia memainkan lidah nya didalam mulut ku. aku menggoyangkan kepalaku agar dia bisa lepas dari bibirku. tangan nya meremas s**u ku dengan kencang dan sekarang mulut nya menghisap hisap p****g nya. desahan ku tanpa diundang keluar dari mulut ku. argggjhh arrghhh seann arghh kali ini Sean tak mengucapkan sepatah kata pun dia asyik dengan kedua mainan nya sesekali dia memasukkan jemari nya kedalam kemaluan ku. desahan ku mulai menggebu "argggjhh Sean hentikan. ..arghhh'' Sean berbisik ditelinga ku"nikmati lah jalang"" aku menangis takkala saat dia mengucapkan kata itu aku hanya pasrah dengan nasip ku. Sean memasukkan kepemilikan nya kedalam v****a ku rasa nya masih sakit saat dia memasukkan ny dengan kasar dia memajumundurkan badan nya dengan cepat dia memompaku. "arghh..arghhh Sean argggggghhh dia juga mendesah dengan sangat kencangg "aghhhh..aghhhh yahhh yahhh baby" ahhgkk aku merasakan getaran ditubuhku rasanya sendi ku mulai melemah aku merasakan ingin pipiss ahggggg..ahhhhggggg sementara Sean masihh fokus memompaku "argggjhh..arghhh "genjotan Sean semakin kencangg aghhh..ahhhgg aku merasakan denyutan di v****a ku dan akhir nya Sean klimakss dia menyemburkan s****a nya didalam vaginaku. tubuh Sean lngsung terjatuhh menimpaku perlahan aku menggeser nya mungkin efek alkohol dia lngsung tertidur. aku memungut baju ku dan bergegas keluar dari kamar Sean. dengan cepat aku masuk ke dalam kamarku menangis pun rasa nya tiada guna. setelah apa yg terjadi aku mengisi bet up dengan wewangiann yg ada dikamar mandi. aku merendam badan ku menghilanhkan kelelahan dari tubuhku. setelah membersihkan seluruh badan ku aku menuju kebawah. melanjutkan pekerjaan yang sudah tertunda. setelah membersihkan seluruh rumah aku tidak lupa memasakkan nasi goreng. aku buru buru memakan bagian nasi goreng ku takut nanti Sean terbangun dan melihatku makan. rasanya hari ini aku enggan untuk bertemu dengan nya. aku ingin mengurung diriku dikamar sendirian. menghabiskan hari ini tanpa bertatap muka dan menerima hinaan sean. setelah menghabiskan makanan ku, dengan cepat aku melangkah kan kaki ku menuju kamar ku. buat semua bestiee jangan lupa beri dukungan buat saya yah biar saya semakin semangat buat menulis kelanjutan ceritanya. jangan lupa ❤️ yah bestie.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD