setelah kejadian tadi aku hanya berkurung diri didalam kamar ku, hanya saat lapar dan haus saja aku keluar dari kamar dan mungkin saja Sean juga akan menghabiskan hari nya dengan tidur akibat mabuk ...
drtt drtt drttt suara gawai ku memecahkan lamunan ku.
ku lihat pesan singkat dan yahh ini dikirim oleh Galang
"Galang:: sayang,apa kau baik baik saja maaf kan aku karna jarang menghubungi mu bersabar lahh sedikit lagi aku akan datang kita akan menikah dan bahagia bersama sampai tua
i love you """"
"hikkk hikkkss maafin aku galangg aku telah mengkhianati mu hikss hikss"
"bagaimana aku bisa menjelaskan semua ini Galang."
tangisan ku pecah saat menerima pesan dari Galang.
aku membenam kan wajah ku kedalam kaki ku yang menekuk.
sementara dari kamar sebelah tampak Sean mengacak kasar rambut nya.
bagaiman dia tidak kesal di saat dia sedang enak enak nya tidur tiba tiba saja dia mendengar suara tangisan gladies.
""sialll ,,,,,
kenapa dia berisik sekali ."
mengganggu tidur ku saja.
"ahhhhhhhhh,,,""
dengan cepat Sean mengenakan pakaian nya dan menuju kamar gladis.
dengan kencang Sean membanting pintu kamar gladis.
"heii kau, bisa tidakk tutup mulut mu ,ini rumah ku dan jangan berisik."
""ma ma maaf tuan maafkan aku,"
aku menyeka buliran air yg mengalir di pipiku
"kenapa kau menangis???"
"gakk apa apa tuan" dengan cepat aku menyambar gawai ku yg sedari tdi terletak di kasur.
"apa itu sini ???" Sean memaksa mengambil gawai ku.
"bukan apa apa tuan."
'jangan tuan gak ada apa apa !!!"aku takut jika nanti Sean tau dia akan marah atau malah dia akan tidak perduli ,,,,,,
dengan cepat Sean merampas gawai ku dan membaca pesan singkat dari Gilang yg kuberi nama kesayangan ku.
aku lupa untuk menganti nama Sean karna beberapa hari ini aku lupa dengan gawai ku tersebut.
kulihat dia tampak menaik turunkan alis nya yg tebal saat membaca pesan singkat itu...
"siapa ini ??"
teriak ny dengan kencangg
"hmm hmm itu itu dulu nya pacarku tuan nama nya Galang"
"apaa pacar ???"
"ohhhhh kau masihh berhubungan dengan kekasihmu sedangkan kau sudah menikah."
"hmmmmm jadi ternyata aku tidak salah menganggap mu sebagai perempuan penggoda,,
lelaki kaya raya mana lgi yg kau coba goda."
"bukan begitu tuan,,,,,"
dengan kuat Sean membanting gawai milik gladisss.
duarrrrr terlihat serpihan gawai gladis berhamburan di lantai.
"tuannnnn.....hikss hikss "
"kenapa tuan melempar handphone ku."
"stop menangis dan jangan coba coba menghubungi nya lagi, aku ingin kau menderita di rumah ini tanpa berkomunikasi dengan siapa pun."
"apa kau mengerti!!!!!!!!!!"
aku hanya menangis tanpa menjawab pertanyaan Sean.
gawai tersebut pemberian Galang di saat ulang tahun ku yang ke 21 tahun.
mataku tertuju keserpihan gawai yang berhamburan di lantai.
"jawab pertanyaanku !!!!!!! "teriak Sean
"kenapa tuan menghancurkan nya,itu barang pertama yang ku punya."
"barang itu sangat berarti bagi ku.
hiks hiks hiks"
disana banyak tersimpan kenangan kenangan nya sewaktu di panti asuhan.
dan disana juga banyak foto foto momen kebersamaan gladis dan Galang.
"apa berarti?????
dasar gadis miskinn,,,,"
"disana banyak kenangan kenangan adik adik panti ku tuan,,, hiks hik hikss"
"ohhh,,,maksud mu anak anak yang tidak beruntung itu,,,kau masih saja mengingat panti asuhan mu yang kumuh itu."
"cukup seann,,,,"
"kau bisa saja menghina ku tapi jangan hina mereka,,,"
"aku sudah cukup sabar menghadapi mu."
gladis memberanikan dirinya untuk menentang Sean.
"ohhh sekarang kau sudah berani melawan ku yahh."
"tapi aku menyukai itu."
Sean memungut kartu SIM card dan memori milik gladis.
"berikan itu kepadaku Sean,,"
gladis berusaha merampas nya namun apalah daya gladis sang wanita mungil kekuatan nya tidak sebanding dengan kekuatan Sean.
Sean pergi berlalu meninggalkan gladis yg manangis sambil memungut serpihan gawai ny.
sekarang aku tidak mau diam saja emang dia siapa berani menindas ku sesuka hati nya.
gladis menyeka buliran air mata yang sedari tadi tak berhenti mengalir.
gladis menyimpan serpihan gawainya dalam pelukan nya.
dia mengingat momen saat pertama kali memiliki gawai tersebut.
itu hasil gaji pertama Galang kerja sebagai kuli bangunan.
kini gladis beranjak ke balkon kamar nya
disana dia bisa merasakan hembusan angin dan itu mampu membuat hatinya sedikit lebih baik.
sementara sean tampak mondar mandir di balik kamar nya.
dia memasang SIM memori yang dipungut nya tadi.
disana banyak sekali gambar anak anak panti tempat tinggal gladis dulu.
bayak juga potret diri gladis.
satu persatu potret gladis dipandangi nya.
dan disana terlihat jelas beberapa foto kebersamaan gladis dan kekasih nya.
tampak Galang merangkul gemas leher gladis dan pipi kedua nya menempel.
gladis terlihat sangat bahagia dalam potret itu.
terlihat senyuman nya yang manis begitu juga dengan Galang yang tersenyum memperlihatkan gigi ny yang berjajar rapi.
Sean terlihat murka,,,,
"apa apan foto ini!!" dengan cepat Sean menghapus nya.
ada lagi foto yg lebih membuat Sean semakin marah terlihat gladis dan Galang saling bertatapan sambil memonyongkan kedua bibir nya.
mata mereka dibuat juling dan tangan Galang mencubit gemas pipi gladis.
foto itu terlihat konyol Namum mampu menaikkan tingkat amarah seann.
"sialllllllllllllll,,,,,,"
Sean membanting gawai nya ke atas kasur.
dia mengacak kasar rambut nya.foto macam apa itu!!!!
dia mengambil kembali gawainya..
dengan cepat dia menghapus semua foto kebersamaan Galang dan gladis.
dan di sana juga banyak sekali foto Galang yang seperti ny potret tersebut di ambil secara diam diam.
"cihhhhhh,,,,,,,,,, mengapa dia begitu tergila gila dengan lelaki ini."
"sampai sampai banyak foto tentang ny.
di bandingkan lelaki itu aku jauh lebih tampan dan pasti ny kaya raya."
foto itu di hapus ny dengan cepat.
Sean menekan gawainya dengan kencang sekali.
dan melempar gawai nya asal...