teman baru

687 Words
"enak saja dia ingin hidup bahagia dengan kekasih nya,,,, aku akan membuat kau lebih menderita gladis,,lihat saja nanti " Sean tampak mengotak Atik gawai nya dia memberikan perintah kepada Rendi asisten pribadinya untuk mencari tau siapa Galang kekasih gladis. "kau cari tau siapa Galang aku ingin informasi yg jelas dan cepat....." Rendi adalah asisten yang sangat bisa di andalkan. apapun yang diperintahkan Sean pasti bisa diselesaikan nya degan cepat. Sean masih tampak pias mengingat pesan yg dikirim Galang untuk gladis. "apa ???ingin hidup bahagia sampai tua hehhhjhhh ..." entah perasaan apa yg berkecambuk didiri Sean tapi yg pasti dia mempercayai bahwa itu adalah sebua kebencian.. di sisi lain gladis tampak termenung di balkon kamar nya.. sambil menikmati sapuan lembut angin seolah dunia ikut merasakan penderitaan gladis. "Tuhan aku akan mengingat sumpah janji pernikahan ku. aku akan melupakan Galang walaupun aku masih mencintai nya. maafin aku Galang hikss hikss semoga kamu mendapatkan wanita yg bisa lebih meyayangimu." gladis juga sangat merindukan kasih sayang dan dukungan dari sosok orang tua yang lengkap. saat itu dia di buang di depan panti asuhan saat masih bayi. "mama,,,papa,,, dimanapun kalian berada trimakasih karna telah menghadirkan aku ada di dunia ini,,,,aku tidak pernah menyesal untuk jalan hidup yg ku pilih" dan aku tidak pernah marah kepada mama dan papa." "mungkin mama dan papa mempunyai alasan menitipkan aku ke panti asuhan." "lihat lah aku ma..pah sekarang aku sudah sangat besar." "apa aku mirip mama,,, atau aku mirip papa,,,," gladis menangis meluapkan semua isi hatinya yang sudah lama ditahan nya. "mama dimana???" "mama gak rindu gladis yah,,," "hiks hikss hikss" "ma,,,, banyak rasa dalam hidup yg telah kulalui." "tawa bersama bunda Dora dan adik adik panti mengajarkan ku akan nikmat nya hidup." "penderitaan ,siksaan dan makian mengajarkan ku untuk tetap sabar dan itu semua membuat ku semakin kuat hiksss hikss hiksss hiksss." "Tuhan selalu genggam tangan ku jangan pernah biarkan aku melangkah sendiri...jadikan aku pribadi yg lebih baik lagi ,, bentuk aku menjadi wanita yg kuat. hikss hikss" gladis menangis dengan sesunggukan sampai dia lelah dan beristirahat. pagi pagi sekali gladis sudah tampak membersihkan rumah dia kaget melihat seorang ibu paruh baya datang menghampiri nya "maaf ibu siapa yah?? "selidik gladis. "maaf nyonya saya bi asihh yg biasa beberes dan masak disini." bi asih tampak menunduk karna bagaimanapun yang berada di hadapan ny adalah majikan ny. "ibu,,jangan menunduk seperti itu,saya jauh lebih muda dari ibu." "maaf nyonya panggil saya bi asih saja." "ohh ia bi asih,,,," gladis tersenyum ramah kepada BI asih. "bI asih bisa istirahat sebentar saya yg akan membersihkan semua ini." "jangan nyonya biar saya yg kerjakan". "BI asih jangan panggil saya nyonya nama ku gladis." gladis menyodorkan tangan nya ke BI asih tapi BI asihh enggan untuk menjabat tangan nya Krn dia tau status nya. dengan lembut gladis mengambil tangan BI asih mengusap lembut punggung tangan nya,,, "mulai hari ini panggil aku gladis kita akan membersihkan rumah ini bersama okk BI asih..." bi asihh tersenyum kepada gladis dia sangat mengagumi gladies saat pertama kali melihat nya saja bi asih sudah bisa melihat bahwa istri dari tuan nya itu wanita baik hati. gladis tampak cantik dan sederhana dengan postur tubuh yg mungil rambut nya yg panjang di ikat asal dengan iris mata yg coklat. "nyonya apa luka yang berada di kaki nyonya sudah sembuh??" bi asih bertanya kepada gladis yang sedang asyik berkutak di dapur. gladis menghentikan sejenak aktivitas nya dan menghampiri bi asih. "apa bi asih yang membereskan semua pakaian saya.!" "Ia nyonya,,," "bi asih yang sudah mengantikan pakaian saya?" "ia Yonya ," "makasih bi asih,"gladis mengambil tangan bi asih dan mengelus nya lembut. "ia sama sama nyonya." jam menunjukkan pukul 7 pagi tampak Sean berjalan menuruni anak tangga sarapan sudah tersaji di meja mkn tp BI asih tampak bingung melihat gladis yg tertunduk bukan nya menghampiri suaminya. dengan cepat BI asih menyiapkan sarapan tuan nya. dikeheningan pagi Sean membuka percakapan . "heii kau hari ini kau pindah ke kamar ku mami akan datang." "apa kau mengerti ,,",teriak Sean "ba baik tuan." Sean berlalu begitu saja setelah dia menghabiskan sarapan ny. BI asih kasihan melihat gladis yang seperti nya takut melihat Sean.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD