tanpa di jelaskan BI asih mengerti dengan keadaan gladis.
'nyonya apa boleh saya membantu ???"
gladis mengangguk sambil tersenyum
dengan cepat gladis membereskan barang barang ny dan memindahkan ny ke kamar Sean.
setelah bebera jam akhir ny semua ny selesai.
BI asih pamit untuk melanjutkan pekerjaan ny di dapur.
gladis memandangi bilik kamar Sean yang begitu luas.
tampak dengan dekorasi yg begitu laki
dengan sentuhan furniture yg pas.
mengingat siksaan Sean dikamar ini membuat nya menjadi sedih tp ditepisny mengingat mami Yasmin akan datang membuat dia bahagia.
gladis melihat ada balkon yang jauh lebih luas dibandingkan balkon kamar ny.
dari sana mata dapat memandang luas nya halaman istana jayadiningrat.
sesekali terdengar suara deruan mobil penghuni perumahan elit tersebut.
gladis ingin sekali melihat dunia luar.
semenjak menikah dengan Sean tak sekalipun gladis merasakan ramainya kota barunya.
mengingat lingkungan tempat tinggal ny dulu begitu ceria.
suasananya sangat ramai,kadang terdengar tawa anak anak panti kadang juga terdengar tangisan.
"apa diluar sana ramai juga yah??"
" aku rindu panti "
gladis menarik napas nya panjang, dihirupnya udara yang begitu segar.
matanya kini terpejam merasakan hempusan angin yang menerpa wajah nya.
" andai hidupku bisa seperti angin terbang kemanapun tanpa lelah"
********
disore harinya gladis yg lagi bersantai di taman belakang rumah mendengar teriakan seseorang.
"sayang,,,,sayang,,,,gladiss dimana kamu nak."
gladis mengenali suara itu dan dia dengan cepat berjalan menuju asal suara tersebut.
"mamii,,,,,"
"ohhh anak ku ternyata disini."
Yasmin memeluk gladis dengan sangat sayang.
sedari dulu Yasmin sudah sangat menyayangi gladis.
tanpa mendonorkan satu ginjal nya kepada Yasmin pun, Yasmin sangat menyayangi gladis.
karna sewaktu di panti pandangan pertama dengan gladis mampu menyejukkan hati nya.
setiap kali Yasmin berkunjung dia akan menghabiskan watu nya bersama gladis bercerita panjang dan akan mengusap lembut pucuk kepala galdis.
"gimana kabar mu sayang???"
"mami sangat rindu"
"bagaimana Sean memperlakukan mu??"
"apa dia menjagamu dengan baik sayang?"
banyak pertanyaan yg ditujukan Yasmin kepada menantu nya itu.
gladis yang mendengar berbagai macam pertanyaan dari Yasmin tertawa renyah melihat ekspresi wajah mertua nya tersebut seperti nya kepo sekali.
"mami,,,,,mami kan baru sampai.
ayo duduk dulu." gladis menuntun Yasmin keruang tengah.
"sayang kenapa kamu tampak kurus."
"apa Sean mengabaikan mu???"
gladis tersenyum ,,"enggak mi Sean baik kok dia menjagaku dengan sangat baik."
"hanya saja akhir akhir ini aku tidak berselera untuk makan."
"apa itu benar sayang???"
"atau jangan jangan kamu sedang hamil sayang!!."ucap Yasmin tampak berbinar
"tolong jgn merahasiakan apapun dari mami."
"ia mi,,,,,,"
"akhir akhir ini aku hanya sering merasa kelelahan saja mami"
gladis terpaksa berbohong dengan sikap dan kelakuan Sean kepada nya.
gladis tidak ingin Yasmin nanti nya merasa sedih dan merasa bersalah.
gladis juga tidak ingin nanti nya hubungan anak dan ibu tersebut akan renggang karena nya.
"ohh,,,,iaia mami bisa ngerti kok keadaan kamu sekarang ,pasti setiap hari kamu lelah di buat Sean." goda mami.
gladis hanya tersenyum menanggapi godaan Yasmin.
"oh yah gladis mami datang untuk menemani mu memeriksakan kesehatan mu."
"kamu harus rutin memeriksakan kesehatan mu sayang dan makan makanan yg sehat."
sebenar nya mami gak ingin jauh dari kalian.
"tapi mau bagaima lagi ini permintaan mu untuk menutupi semua ini."ucap Yasmin sendu.
gladis memegangi tangan Yasmin
"miii aku tidak ingin Sean merasa iba dan berutang Budi kepada ku biarkan semuanya berjalan dengan sendiri nya.,,,"
Yasmin megganguk.
"baik lah sayang jika itu bisa membuat mu merasa nyaman dan bahagia."
"ohh ia,,"
"besok kita akan periksa kesehatan kamu yah."
"mami sudah buat janji dengan dokter.
ia miii....."
ditengah percakapan Yasmin dan menantu nya Sean sedang berjalan menuju ruang tengah.
"Mi ,,,,mami sudah sampai !!! "
Sean memeluk mami nya.
"ia sayang baru ajah mami sampai"
"mami kangen banget sama gladis."
Sean hanya memandangi datar kedua wanita tersebut tanpa ekspresi.
"yh udah mi Sean mau mandi dulu."
"ohhh yah ,,,,,mami rutin kan di Paris kerumah sakit cuci darah."
"ia seann mami rutin kok mami gak ingin cepat mati mami ingin nimang cucu."
gladis yg sedari tadi hanya diam tampak sedih mendengar ucapan mami yasmin.
bagaimana mungkin gladis tidak sedih.
perkataan Sean selalu terngiang di benak nya.
jika saja nantinya dia sudah melahirkan keturunan jayadiningrat maka gladis akan ditendang keluar dari hidup anak nya.
sementara Sean yang mendengar itu pergi berlalu tanpa menanggapi keinginan ibu nya tersebut.