D&W 20

1880 Words
“Sebentar lagi kita akan sampai. Kita harus mencari penginapan di dekat sana selama tiga hari dan aku harap tidak ada hal seperti terakhir kali” ucap Fiona penuh peringatan Mereka mengangguk kompak. Mereka jadi ingat saat mereka menginap di penginapan pinggir kota saat misi terakhir sebelum Fiona dan Felycia bertemu mate mereka. Mereka membakar hampir separuh penginapan karena ulah bodoh Felycia dan Aiden. Mereka akhirnya memilih menginap di Royal Olympic Hotel karena hanya itu yang berada paling dekat tempat tujuan mereka. Saat memasuki kamar hotel mereka langsung melempar barang bawaan mereka dan merebahkan diri di sofa. “Aku lelah sekali. Berada di mobil yang penyihir itu kemudikan seketika menguras habis energiku” keluh Aiden “Fio, bisa kau ceritakan pada kami bagaimana bisa Sean melakukan hal itu padamu?” tanya Krystal penasaran. Seketika Felycia dan Aiden menegakkan tubuhnya. Fiona bungkam saat mereka tanya di camp Halfblood. “Benar. Ceritakan pada kami. Aku menceritakan semuanya padamu. Apa kau akan merahasiakannya dariku” Felycia menunjukkan wajah sedihnya. Seketika Fiona berdecak melihat Felycia “Kau aktris yang buruk, Cia. Baiklah akan aku ceritakan” ujar Fiona. Mereka bertiga langsung mendekat kearah Fiona dengan wajah ingin tahu. “Sean terkena mantra penyihir dan aku yakin dia black witch. Karena auranya begitu gelap. Di awal Sean masih melihatku tetapi semakin hari semakin berubah. Dia menjadi kasar, emosian dan selalu membentakku saat bertemu. Bahkan hanya lewat di depannya saja dia sudah memarahiku. Aku tidak tahan dan akhirnya memiliih untuk berpisah kamar dengan Sean. Saat aku melakukannya Sean berkata ‘kenapa baru sekarang kau pindah kamar? Seharusnya dari dulu kau lakukan. Kau hanya memiliki status Luna disini tidak lebih’ itu yang Sean katakan. Saat itu aku tidak tahu jika Sean terkena mantra penyihir itu” jelas Fiona panjang lebar “Kenapa kau tidak meminta bantuan pada Gaelen, Fio? Dia pasti akan membantumu, dia temanmu” jawab Felycia jengkel “Aku tahu, Cia. Tapi, saat aku menemui Oracle dia mengatakan sebuah ramalan padaku hingga aku tidak bisa pergi ke tempat Gaelen” jawab Fiona “Ramalan yang kau katakan waktu itu. yang membuat kita berada di sini sekarang?” tanya Krystal “Right” jawab Fiona singkat “Gamma dan Delta Sean sudah berangkat ke tempat Elen sekarang. Meskipun aku tahu itu bukan perjalanan yang mudah. Apalagi mereka melewati jalur darat” ucap Fiona “Kau yakin mereka akan berhasil? Mereka Werewolf, Fio. bau mereka sama seperti binatang” ucap Felycia “Aku tahu. Di hutan itu juga banyak hewan Cia. Itu cukup membantu mereka” “kau benar” ucap Felycia kemudian *** Kai sudah jengah dengan kelakuan Rachel yang semakin hari semakin menjadi. Mulai dari memerintah para Omega dengan seenaknya, meminta warrior melakukan tugas yang tidak seharusnya dan meminta Sean selalu berada di sisinya. Hingga Sean sama sekali tidak melakukan tugasnya sebagai Alpha. Loridz dan Lily yang mendengar kelakuan Sean langsung pergi ke mansion utama. Saat datang ke mansion Loridz dan Lily langsung disambut dengan muka masam Kai, Beta Sean. “Kai, dimana putraku?” tanya Lily “Dikamarnya Luna. Sedang menghabiskan waktu dengan penyihir itu” jawab Kai “Penyihir?” tanya Loridz “Iya Alpha” “Apa maksudmu? yang aku dengar wanita itu hanya manusia biasa. Kenapa kau bilang jika wanita itu peyihir?” “Dia memang penyihir, Alpha. Dark witch” jawab Kai meyakinkan “Aku harus memberitahu Sean” Kai menahan langkah Lily “Tidak aka nada gunanya Luna. Alpha tidak akan mendengarkan ucapan anda. Delta dan Gamma sedang mencari seseorang yang bisa mengembalikan Alpha. Jadi, jangan katakan apapun pada Alpha. Alpha dalam pengaruh penyihir itu” jelas Kai “Baiklah, aku hanya akan memarahinya” ujar Lily berlalu dari hadapan Loridz dan Kai “Katakan padaku Kai, apa yang sebenarnya terjadi” ucap Loridz tanpa sadar menggunakan Alpha tonenya. “Mari ikuti saya Alpha. Kita bisa membicarakan ini di ruangan saya. Agar lebih leluasa” ucap Kai. Kai menuntun langkah sang mantan Raja dan Alpha Werewolf. Loridz mengikuti langkah Kai dari belakang. Mereka berjalan ke lantai dua dimana ruangan Kai berada. Tepat berada di sebeleah ruangan Sean. Kai mempersilahkan Loridz duduk terlebih dulu lalu Kai ikut duduk setelah sang mantan Alpha duduk. “Katakan semua yang kau tahu, Kai” “Baik Alpha” ucap Kai patuh “Alpha Sean membawa wanita itu saat kami berburu. Alpha bilang jika penyihir itu menyelamatkannya dari serangan Rogue yang tiba-tiba datang. Wanita itu juga bilang jika dia hanya seorang manusia biasa. Awalnya saya percaya karena tidak ada bau yang signifikan darinya. Tetapi saat kami sampai pack dan mendengar perkataan Luna, saya menyadari jika tidak mungkin ada manusian yang bisa memasuki teritori Immortal. Kecuali, jika manusia itu masuk melalui jalan tempat para monster masa lalu tinggal. dan itu juga tidak mungkin. Karena sebelum sampai kemari sudah di pastikan manusia itu mati di bunuh atau di makan oleh para monster” jelas Kai panjang lebar “Lalu darimana kau tahu jika wanita itu adalah seorang penyihir?” tanya Loridz lagi “Dari Luna, Alpha” “Dari Fiona? Lalu kenapa Fiona diam saja?” tanya Loridz bingung dengan tingkah mate putranya “Luna orang cukup tenang Alpha. Sehingga kami tidak tahu apa yang ada di pikiran Luna. dari awal Luna sudah curiga tetapi Luna masih meraba siapa wanita itu. Hingga Reese, penjaga Luna mengetahui yang sebenarnya dan mengatakan pada Luna. luna yang saat itu diburu waktu mengatakan pada saya cara membuat Alpha kembali. Luna ingin mengembalikan Alpha tapi dia ada tanggung jawab lain” jelas Kai lagi “Tanggung jawab apa? Bukannya tanggung jawab Fiona sebagai Luna dan Queen Werewolf” “Jika Alpha lupa, Luna adalah sang gadis ramalan” “Ah kau benar” Loridz ingat jika mate putranya bukan gadis biasa “Jadi sekarang kau menunggu Gamma dan Deltamu?” “benar Alpha. Mereka harapan kami satu-satunya” Sedangkan di kamar Sean berada, sedang terjadi perang dingin. Lily selaku ibu Sean sedang menahan amarahnya terhadap sang putra. Betapa shocknya Lily ketika memasuki kamar, sang putra sedang asik berpelukan dan bercanda ria. Sedangkan matenya sedang berusaha menyelamatkan dunia. “Apa kau gila Sean?” teriak Lily “Mom, kenapa marah-marah?” tanya Sean dengan wajah tanpa dosa menghampiri ibunya “Kau masih tanya kenapa mommy marah? Dimana otakmu Sean? Kau menyakiti matemu dan asik bermesraan dengan wanita yang tidak jelas asal-usulnya” teriak Lily penuh emosi “Mom, aku mencintai Rachel jadi apa salahnya” “Salah, Sean salah. Moon Goddess sudah memberimu mate dan kau malah m*****i ikatan mate yang dibuat oleh Moon Goddess. Bagaimana jika Moon Goddess murka dan bagaimana jika ayah Fiona murka padamu? Apa yang akan kau lakukan untuk mengatasi kemurkaannya? Aku bahkan tidak yakin kita akan selamat dari murka ayah Fiona” “Mo-mom, jangan menakutiku. Selama ini tidak ada yang terjadi” jawab Sean terbata. Dia lupa dengan siapa dia berhadapan jika menyakiti Matenya. “Bukan tidak Sean tapi belum. Mommy merasa gagal membesarkanmu dan nanti jika ada hal yang terjadi jangan pernah datang pada mommy dan meminta bantuan” ucap Lily penuh penekanan Lily pergi dari kamar Sean dengan berderai air mata. Dia tidak menyangka putra yang dia banggakan, putra yang dia beri kasih sayang sedemikian rupa mampu membuatnya amat sangat kecewa. *** “Ini perjalanan yang gila sangat gila. Bahkan aku tidak bisa menghitung berapa banyak monster yang kita hadapi” ucap Chester frustasi. Beval hanya menggelengkan kepalanya. Chester tidak pernah menyangka bahwa dia akan membunuh banyak monster di hidupnya dan itu hampir setiap hari. Monster-monster seperti tiak ada habisnya. Mereka berdua jadi membayangkan bagaimana hidup sang Luna yang selalu di bayang-bayangi oleh monster mengerikan seperti ini. “Berapa lama lagi kita akan sampai, Bev?” tanya Chester “Aku tidak tahu. Kita harus mencari gerbang itu” saat Beval baru selesai bicara ada Khimera yang sedang berjalan kearah mereka. Seketika mereka kalang kabut mencari tempat persembunyian. “Kita baru saja mengalahkan tiga Minotour dan sekarang kita harus berhadapan dengan makluk itu?” Chester benar-benar frustasi sekarang. Tenaganya sudah habis dan bahkan dia belum makan apapun dari kemarin, tidur pun belum. Karena banyaknya serangan monster. “Kita bersembuyi saja untuk sekarang” perintah Beval pada bawahannya “Kita tidak akan melawannya?” tanya salah satu warrior “Tidak. Luna mengatakan jika kita tidak bisa melawannya atau tidak memungkinkan melawan sebaiknya kita bersembunyi. Lagipula kita bisa mengelabui monster itu dengan bau tubuh kita yang sudah bercampur dengan bau monster yang baru saja kita bunuh” jelas Beval “Aku rasa itu pilihan yang bagus. Aku sudah tidak ada tenaga untuk mengangkat senjata, bahkan wolfku sudah berteriak meminta istirahat” Chester merosot dan jatuh terduduk. Dia menghela napas lelah. Dia berharap gerbang itu segera mereka temukan dan mereka bisa menemui penyihir itu dan segera pulang ke pack. Chester sudah tidak sanggup. “Menunduk” perintah Beval “Monster itu mendekat” peringat Beval lagi Mereka semua mulai menunduk di bawah batu besar tempat mereka bersembunyi. Khimera itu sedang melihat di sekitar bangkai para monster yang baru saja mereka bunuh. Khimera itu dengan gerakan pelan terus mengitari sekitar sana. Para warrior meneguk ludah kasar. Mereka berharap Khimera itu segera pergi agar mereka bisa melanjutkan perjalanan. Saat Khimera itu akan mendekat ada satu Khimera yang mendatangi hingga Khimera itu menjauh dari tempat mereka. Mereka bernapas lega. “Kita lanjutkan perjalanan. Ingat jangan sampai lengah. Para monster itu ada dimana-mana” peringat Chester yang diangguki mereka “Apa penyihir itu menggunakan sebuah ilusi, Bev?” “Mungkin saja. Kita tidak pernah tahu kekuatan penyihir itu sebelum kita melihatnya langsung” “Aku harap penyihir itu tidak menyusahkan kita nantinya” harap Beval “Aku juga” timpal Chester Sedangkan di Yunani, tepatnya di Royal Olympic Hotel tiga Demigod dan satu Satyr sedang menyusun rencana untuk masuk kedalam underworld. Karena masuk kesana sangat mudah tapi tidak dengan keluar. Fiona memang bisa keluar masuk dengan mudah, tapi jika dia sendirian. Sekarang ada tiga nyawa yang bergantung padanya. Jadi, Fiona tidak boleh salah langka atau mereka akan celaka. “Jadi apa yang akan kita lakukan saat kita sudah disana?” tanya Krystal lebih dulu “Kita akan langsung menuju Tartarus dan mengeluarkan si tangan serratus” jawab Fiona “tapi itu tidak akan mudah. Kita tidak akan bertemu Kharon di pintu masuk, melainkan kita akan bertemu Kerberos anjing penjaga dunia bawah” “Kerberos? Anjing berkepala tiga itu?” tanya Aiden shock Fiona mengangguk “Oke, ini tidak bagus amat sangat tidak bagus” ucap Aiden takut. “Kamu yakin jika kita akan bertemu Kerberos saat kita masuk?” tanya Felycia meyakinkan pendengaranya “Iya, Cia. Kita tidak akan masuk lewat jalan yang kita lalui dulu. Karena saat itu kita akan ke tempat Persephone tetapi sekarang kita akan ke Tartarus, tempat terdalam disana. Kita juga harus melewati sungai styx dengan cara kita sendiri” jelas Fiona Felycia membelalakkan matanya. Melewati sungai bukan hal yang mudah, mereka bisa hangus terbakar jika melewatinya dengan berjalan biasa. “Fio, itu bisa membunuh kita semua” ucap Felycia memekik “Maka dari itu kita harus mencari cara agar kita bisa melewati sunga styx. Sungai itu tidak akan bermasalah padaku. Tapi untuk kalian itu akan sangat berbahaya. Tapi tenang saja aku tidak melihat kematian kalian, untuk saat ini” Fiona mengakhiri ucapannya dengan cengiran yang mana membuat tiga orang di depannya memelotot marah. *** To Be Continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD