Chapter 27

1617 Words

  Adara menggandeng tangan Gabriel menyusuri koridor sepi kampus tercintanya, berjalan dengan santai melewati setiap sudut tempat itu, menyusurinya dengan sesekali tersenyum dan saling bertatapan. Sepanjang langkah mereka Adara terus bercerita banyak hal, menunjuk ke berbagai arah menunjukkan berbagai tempat yang setidaknya dulu biasa Gabriel singgahi. Sementara Gabriel tak banyak bicara, lelaki itu hanya menatap lamat Adara dengan sesekali melihat yang perempuan itu tunjuk lalu menatap Adara kembali tanpa mengeluarkan suara sama sekali.   “Kita sering sekali duduk di bangku taman itu saat kau membantuku mengerjakan tugas yang sangat menumpuk. Oh ya aku lupa memberitahu, dulu aku kuliah di dua jurusan sekaligus dan kau selalu membantuku, bahkan saat tugas yang sangat sulit untukku, kau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD