Chapter 26

1758 Words

Rose tak banyak bicara sejak bangun tidur. Mood-nya mendadak buruk ketika ia membuka mata melihat sisi kirinya kosong. Tak ada Sean yang biasa menyambutnya dengan sapaan lembut diiringi dengan senyuman tampan. Padahal biasanya Sean selalu menunggunya bangun atau ketika ia masih terlelap, lelaki itu akan membangunkannya. Tapi pagi ini Sean tidak melakukan semua itu. Sean menghilang dari sampingnya, bahkan tidak membangunkannya sama sekali.   Rose kesal, tentu saja. Pagi yang biasa ia lewati dengan hal manis kini terasa hambar dan kosong. Terlebih pagi ini Sean benar-benar mengabaikannya, setelah mandi dan merapihkan pakaiannya sendiri Sean tidak menyapanya sama sekali. Lelaki itu banyak melamun sambil menatap cermin, tidak memperhatikannya bahkan seolah tidak menganggap keberadaannya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD