Chapter 20

1983 Words

Berpacu dengan waktu, Sean menyetir dengan kecepatan yang sangat tinggi, sepanjang jalan ia hanya fokus pada jalanan dengan tangan yang mencengkram stir dan kaki yang terus menginjak gas, semakin mempercepat laju kendaraannya, semakin cepat lagi hingga melaju begitu kencang bak seorang pembalap dalam arena. Beruntunglah rumahnya yang di pinggir kota memiliki jalan alternatif sehingga ia bisa lewat dengan cepat tanpa ada gangguan sama sekali, hingga kendaraan yang ia kendarai sampai, berhenti di halaman luas rumah itu disertai dengan decitan rem yang begitu kencang.   Sean keluar dari dalam kendaraannya kemudian melangkah dengan cepat menuju pintu masuk rumah.   “Selamat siang Mr. Archilles.” sapa Ren seraya membungkuk memberi hormat.   “Dimana Rose?!”   “Sean ... ada apa?”   Se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD