Trisha melihat ke arah pintu dan begitu melihat siapa yang datang. Ia memutar bola mata dengan wajah yang terlihat kecewa. “Kalau kau mencari kekasihmu, ia tidak berada di sini. Dan aku juga sedang tidak berada dalam suasana hati untuk mendengar hal-hal yang tidak penting.” Wanita yang mengaku sebagai kekasih Chris mengindahkan apa yang dikatakan Trisha. Ia terus melangkah, kemudian berhenti tepat di hadapan Trisha. Didorongnya dengan kasar pundak Trisha, sampai ia terdorong mundur. “Aku tau Chris baru saja keluar dari kamarmu! Kenapa kau menggodanya? Apakah belum cukup peringatan yang kuberikan kepadamu?” Trisha memutar bola matanya, ia bosan mendengar ancaman wanita itu. “Kau boleh menyimpan Chris untuk dirimu sendiri. Aku akan segera pergi dari rumah ini. Kurasa kau pasti akan sangat

