Pagi ini Pak Adi merasa sangat senang, Hal pertama yang ingin ia lihat adalah senyum cerah Agatha yang akhir-akhir ini sering muncul sejak kedatangan Sahira dalam hidupnya. Agatha tidak seperti Bos baginya, dari kecil Agatha sudah ia urus dan ia berikan kasih sayang sepenuh hati karna ia dan Bi Inah memang tidak mampu mendapatkan buah hati. Mengurus Haru, Agatha dan Amara adalah hal terindah dalam hidup mereka berdua, terutama Agatha yang ia ikuti kemanapun ia pergi. “Mas, hari ini adalah jadwal Mas untuk terapi,” Pak Adi bertanya sambil mengemudikan mobilnya. “Ya saya ingat.” Ucap Agatha acuh. “Baiklah, kalau begitu kita langsung saja kerumah sakit ya.” Padahal mobil dari tadi sudah mengarah ke Rumah sakit. “Mmm, Bapak yang nyupir. Terserah Bapak saja,” Pak Adi tersenyum mendengar t

