"Wah, ternyata lagi kumpul bareng ya. Kok Papa ngak di kasih tau, untung Papa pulang cepat." Senyum Pak Iman yang bersahaja. "Mama sengaja ngumpulin Pah buat ngenalin calon mantunya, hehe." Amara melirik Kakaknya. "Ini calon mantu Papa?" Pak Iman melihat Sahira. Sahira merasa sangat malu, ingin rasanya ia sembunyikan wajahnya di balik tembok atau ada kolong meja besar yang mampu menelan tubuhnya. Sahira langsung mencium tangan Pak Iman. "Ceh," Agatha mendengus kesal dengan sikap berlebihan Amara, belum nanti akan di tambah oleh ibunya. "Udah kalian wudhu sana, saya tunggu di ruang musholah," Agatha langsung pergi ke ruang musholah yang biasa di pakai sholat berjamaah bersama keluarga besar. "Cie, Kak Aga malu-malu ni ye," godaan dari adik yang pastinya akan terus berlanjut. "Udah S

