SABTU DEPAN KITA AKAN Darmawisata ke Pantai ya anak anak.
"Horeee..."
"Asikkk...."
"Pakai bikini boleh nggak pak."
"Astagfirullah,ngintip dikit boleh?"
"Ah elu...sama aja."
Anak anak dikelas Haira semuanya ribut perihal darmawisata yang akan dilakukan pekan depan.
Termasuk Haira dan Raya yang sudah nampak bahagia juga.
"Asikk,kita bakalan liat pantai Haira."
"Iya,bisa nikmatin sunset juga.Ntar kita foto foto ya."
"Eh iya,tadi kamu sama Giyan ngapain?"Raya penasaran lalu memutuskan bertanya.
"Eh."Haira mendadak diam sejenak.'Kasi tahu nggak ya?Tapi nggak deh,bahaya juga ntar.'
"Nggak kenapa kenapa kok,biasa ada aja tingkah dia yang ngeselin.Hehehe."Haira mengelak untuk menceritakan hal manis yang terjadi antara ia dan Giyan.
"Haira,belakang kamu ada apaan tuh?"Seorang murid dikelas Haira melihat hal aneh di puggung Haira.
Haira meraba punggungnya dan mendapati ada kertas yang ditempel disana.
Haira mendapati kertas itu ternyata bertuliskan RADA SEDENG!JAGA JARAK.
"Astaga!!!!Ini pasti kerjaan Giyan!!!!Sempat sempatnya!!!"Haira baru menyadari pantas saja banyak yang cekikikan sedari tadi melihat ke arahnya.
Raya tahu jika misi Giyan memang menaikkan tensi darah Haira setiap hari agar selalu menjadi gunung yang erupsi.
"GIYANNNNN!!Aku tenggelamin nanti kamu di laut!!Biar dimakan megalodon kamu!"Haira menggeram sambil mengepalkan tanganya.
"Hahahahahaha.Dia pasti lagi ngamuk sekarang."Giyan sedang tertawa dikelasnya.Ia ingat betul sangat sempat baginya untuk menjahili Haira di tengah adegan romantis tadi.
'Biar balance dan nggak bosenin harus usilin kamu juga dong Haira.Senang banget ada yang di usilin tiap hari.'Giyan masih tertawa sambil mengikuti pelajaran.
Karin melintas kekamar mandi dan melewati kelas Giyan.Ia melihat Giyan yang sedang tersenyum.
'Andai aja yang buat kamu bisa senyum itu cuma aku.'Karin membatin sendiri dalam hati.Ia memang amat mengharapkan cinta dan perhatian Giyan.
****
Jam istirahat tiba,Haira dan Raya sama sama menuju kantin sekolah.Kantin yang elit karena ini salah satu SMA tempat anak konglomerat menuntut ilmu.
Bukan kantin sekolah ala kadarnya tapi benar benar kantin sekolah seperti di luar negeri dan nyaman untuk semua siswa.
Haira menatap jika Giyan sudah nongkrong duluan bersama teman temannya.Ia juga bisa melihat kalung Giyan,dimana Giyan mengaitkan cincin tunangan mereka di sana.
"Sayang,sini dong.Pangeran kamu disini."Giyan dengan suara lantang melambaikan tangan pada Haira juga dengan panggilan yang menyakitkan telingan Haira yaitu 'Sayang'.
Semua menatap pada Haira namun tidak ada yang menaruh curiga karena memang Giyan mengganggu Haira setiap harinya.
Dengan nafas mendengus dan sorot mata pemburu tajam,Haira menghampiri Giyan.
"Apaan sih!!Sayang palak lu peyang!"Haira menghampiri dan berdiri persis d samping Giyan.
"Slap."Seenaknya saja Giyan menarik Haira dan menjatuhkannya ke pangkuannya didepan banyak orang.
Haira terkaget dan saat ini beradu mata dengan Giyan disaksikan ratusan pasang mata yang juga melihat hal itu.
"Prutttt."Seorang siswa yang sedang makan sampai menyemburkan makannya karena adega romantis dadakan itu.
"Yang jomblo kunci diri di wc aja."Siswa cupu lainnya memilih angkat kaki dengan damai.
"Terlalu indah buat aku yang bukan apa apa."Siswa lainnya memilih terbaring di atas meja sambil meratapi kekasih tak sampainya.
"Apaan sih!"Haira panik dan mulai memerhatikan sekelilingnya.
"Ciee....Cieeee...suit suittt...Pacaran ya."Olok siswa lainnya.
"Kamu marah terus sih."Giyan menjawab santai.
"Giyan!!!Otak kamu simpan dimana sih tadi?!Masih ketinggalan dirumah apa didalam tas!Lepasin nggak!"
"Nggak akan."Giyan malah semakin erat memeluk Haira.
Haira mulai sedih,ia malu di olok olok dan Giyan seperti menikmati kebodohan yang dilakukannya saat ini.
"PLAK."Hair menampar Giyan dengan keras.
Giyan kaget namun bukan karena tamparan tapi Haira menangis dihadapannya.
Haira berlari setelah Giyan melonggarkan diri.
"Haira,tunggu."Raya berusaha mengejar Haira yang berlari membelah kerumunan.
Giyan berdiri dan merasa bersalah.'Apa aku kelewatan tadi?'
Karin yang memerhatikan sejak tadi tentu saja semakin iri hati.'Gituin nangis!Dasar cewek g****k!Kalau aku,udah nggak bakalan aku lepasin lagi Giyannya.'
"Rin,kamu ambil bantal aja ya."Celetuk Nora usil sambil memandang Karin.
"Kenapa memangnya?"
"Biar bisa mimpi di pangkuin Giyan juga.Hihihi."
Karin langsung menatap Nora dengan mata iblisnya.
"Berdoa mulai!"Nora yang ketakutan memilih berdoa saja agar tidak ditelan Karin hidup hidup.
****
Haira tidak melanjutkan pelajaran dan memilih pulang.
Sesampainya dirumah Haira masuk kekamar dan mengunci dirinya.Ia tidak mau bercerita apapun pada ibunya yang khawatir.
Ibu Haira tahu tidak biasanya Haira minta pulang lebih awal.Tapi ia tahu jika puterinya perlu waktu untuk menenangkan diri saat ini.
"Jahat banget!Katanya suka!Ngasi kalung!Tapi becandanya kelewatan!"Haira menangis sambil berbaring,air matanya membasahi bantalnya.
Haira tidak mau makan siang dan terus di kamar,lalu malam harinya Haira mendapatkan tamu.
"Tok..Tok..Tok."Ibu Haira mengetuk pintu kamar Haira.
"Nak,ayo keluar dulu."
"Haira nggak mau ma!Haira nggak laper!"
"Nggak,mama nggak nyuruh makan.Ada yang nunggu kamu tuh dibawah.Cepetan keluar.
Haira menduga itu adalah Raya,Haira lekas bangun dan turun kebawah untuk menemui orang yang menunggunya.
"Jrengggg."Haira kaget karena yang datang ternyata Giyan.
"Kamu!"
Giyan berdiri saat Haira keluar.
"Haira."