chapter 7

1122 Words
*** "Hello Ladies, Fashion week yang di persembahkan langsung dari beberapa Designer tarnama di Prancis akan segera di perlihatkan." Ujar Mc itu. Para Designer masih mempersiapkan model mereka masing-masing, terlihat salah satu Designer yang sudah lama menjadi saingan Renata tengah berdiri menghadap ke salah satu kolega yang menseponsori acara tersebut. tanpa sengaja Renata mendengar percakapan mereka, "Kau sudah tahu kan rencana selanjutnya-" "Hai Ren!" Tegur Arin yang sudah berdiri di belakang Renata membuat dia sedikit terkejut. "sshuut Arin diam!" ujar langsung Renata, namun setelah mengatakan itu. dia memcoba menguping lagi tapi alhasil mereka sudah tidak berada di tempat. Apa maksud Anjelina?, Batin Renata. Arin masih kebingungan, lalu dia mencoba melihat ke arah yang Renata lihat. tidak ada siapapun di arah itu "Hei! apa yang kau lihat? setelah kau mengirimku pesan untuk mengambilnya ke rumahmu. dan sekarang kau bertingkah aneh, apa Si Tuan Frans membuatmu menderita berlebihan??" Tanyanya tanpa henti apa aku harus bilang ke Arin?, Batin lagi "RENATA ALVARADO!!" Teriak Arin di samping telinga Renata yang membuat dia terkejut. "Arin!" Teriak balik Renata. Mungkin apa yang dia dengar hanyalah hal yang pribadi atau hal biasa, tapi Anjelina. Dia wanita berbisa acara fashion week masih terus berjalan, masalah Anjelin yang seperti memiliki hubungan dengan salah satu kolega acara tersebut membuat Renata sedikit khawatir. fashion week yang bertemakan musim gugur itu cukup meriah. beberapa peseponsor acara terus memfokuskan matanya dan menilai secara detail dari beberapa karya designer terkenal. "Rin nanti setelah acara selesai bisakah kau bantu aku di butik?" Tanya Renata kepada Arin yang tengah menata model "Ren tumben amat kau formal sekali denganku?" timpal Arin yang merasa aneh terhadap Renata Arin sedikit terkejut tidak seperti biasanya Renata harus bilang jika butuh bantuan di butik. Renata hanya tersenyum dan kembali disibukan dengan modelnya. saat giliran pakaian Renata yang sedang berjalan di atas karpet tanpa di duga di layar monitor terlihat desain karya orang yang tidak di sebutkan itu hampir sama persis dengan rancangan Renata, dan itu membuat semua terheran dan tekejut. Jadi gaun yang sama lantas siapa yang meniru? Renata atau orang lain, hal itu yang kini menjadi topik pembicaraan Renata dan Arin sama terkejutnya, bagaimana bisa rancangan yang sudah di pikirkan sejak jauh-jauh hari ada yang menyamainya? Acara fashion week tersebut sedikit kacau dan membuat nama baik Renata sedikit hancur. Renata mencoba menenangkan dan menjelaskan apa yang terjadi di depan semuanya. "Selamat malam semuanya, saya Renata Perkins saya mau mengkonfirmasikan jika butik Resytl atau saya sendiri tidak menjiplak desain siapapun, rancangan yang kami buat untuk acara hari ini sudah kami siapkan dari jauh hari dan kami punya file aslinya, meskipun itu terlihat sama kita harus tau siapa pemilik desain tersebut dan kapan pemasaran pakaian tersebut. terimakasih." Ucapan Renata mampu di terima sebagian penonton dan peseponsor tetapi masih ada rasa kecewa dan sorot mata mereka menampilkan tatapan benci. "Ms. Renata jujur kami kecewa dengan rancangan Anda..kami sudah menseponsori acara ini dengan mahal tapi Anda mengacaukannya dengan kekotoran dan kelicikan Anda sendiri ms. Renata." Ujar mr.Lay salah satu peseponsor itu lalu pergi meninggalkan studio. Acara yang gagal itu membuat kerugian cukup parah, Renata bingung harus bagaimana menyelesaikannnya, kerugian yang dia dapatkan hampir meraup 2 M. Meskipun dirinya tau Frans Alvarado dengan enteng akan memberikan sejumlah miliaran tapi itu bukan urusannya. Renata tidak mau berurusan dengan frans lebih jauh lagi. Setelah Acara fashion week selesai Renata kembali ke butik dan Renata kini terus melamun di ruang kerjannya. tok tok Ketukan pintu membuat renata sedikit sadar dan menyuruh mereka masuk, di dapatinya Arin, Adelia, dan janne "kenapa kalian ke sini?" Tanya Renata pada ketiga temannya "Ren aku tau semuanya dari Arin, berhentilah kuat dan kita cari jalan keluarnya bersama." "Benar Ren atau nggk kau ceritakan masalah ini ke Frans Alvarado-" pintah Janne "NGGK!" Potong Renata dengan nada tinggi "Aku tidak akan biarkan berhutang pada Frans lagi." lanjut Renata Renata tidak menghiraukan mereka dan kembali menggambar sebuah desain baju..tangannya sedikit gemetar tapi Renata terus menahannya "Baiklah kita pikirkan lagi besok, sekarang sudah larut malam. Kau harus kembali ke rumah." Pinta Arin "Kalian kembalilah dulu, Aku harus menyelesaikan ini." Ujar Renata "Ren-" "Del please." Potong Renata sembari menghentikan gambarannya dan mengahadap ke tiga temannya mereka hanya menghela nafas panjang, Renata tipikal orang yang cukup keras kepala. Meskipun membujuknya seribu kali kalau Renata tidak mau dirinya tidak akan mendengarkan siapapun. Adelia, Arin dan Janne meninggalkan Renata sendirian di butik. Jam terus berjalan hingga tanpa sadar pukul jam sudah menunjukan angka 01:00 dini hari, Renata masih terjaga namun satu desainpun tidak ada yang selesai. di atas lantai berserakan kertas yang tergumpal. Brak suara hentakan meja yang di buat Renata cukup nyaring karena suasana yang begitu sunyi, kedua tangan Renata menutup wajahnya sendiri dan tanpa di sadari air mata mengalir dengan sendirinya. "Kau bodoh Ren..hik hik hik" Ujarnya sembari menangis "Apa yang harus aku lakukan?" Lirihnya Renata terus menutup wajahnya dan menangis tanpa henti hingga terlelap tidur di ruang kerjanya. mentari sudah menampakan dirinya, sinar yang terang kini masuk jendela kaca ruang kerja Renata, cahaya itu kembali membangunkan kesadarannya yang sedang kacau..hanya saja kali ini bukan wajah ceria yang Renata tampakan melainkan Wajah lelah dan mata yang sembab. Renata meraih ponselnya dan dilihatnya jam menunjukan 08:00, Renata mengehal nafas panjang dan mencoba bangkit lagi "Ayolah Ren kau pasti bisa!" Ucapnya pada diri sendiri Ruangan yang berantakan sedang Renata bersihkan, dia tidak mau masalah ini mengganggu semuanya. *** sehabis Frans menghadiri rapatnya Fran kembali ke Hotel. Tok Tok pintuk terbuka dan menampakan seorang berjas sembari membawa sebuah surat. di berikannya surat itu kepada Frans dengan sedikit menunduk, "Tuan ini yang anda minta." Ucap Sekertaris jim "Bagus sekali,-" seringai senyum yang Frans tampakan itu sedikit mematikan dengan mengangkat ujung bibirnya. "Bagaimana Dengan Renata? Apa ada kabar dari Florida?" Tanya Frans pada Sekertarisnya. "Informasi yang Saya dapatkan kalau Nyonya Rena sudah beberapa hari tidak pulang ke Rumah Utama Tuan. Penjaga bilang jika Nyonya terus bekerja lembur di butiknya." Jawaban Sekertaris jim itu sedikit membuat Frans menajamkan matanya. "APA!" seperti biasanya tidak mudah untuk Frans menahan Emosinya, "Cari tahu kenapa Remata tidak pulang dan juga siapkan penerbangan besok." pinta Frans "Baik Tuan Frans." ujarnya lalu pergi meninggalkan ruangan "Renata Alvarado kau sungguh pintar mengambil sebuah celah, tunggu aku pulang dan siaplah menerima hukuman dariku." bisik frans sembari menenggakan winenya. Frans meraih ponselnya yang ada di atas ranjang, di panggilnya no atas nama 'mysweetwife♡' satu dua panggilan tidak Rena jawab, hal itu membuat Frans sedikit tertawa kecil. "Aku suka caramu Rena." gerutu Frans sembari mengangkat ujung bibirnya Frans kini menaruh ponselnya kembali di atas ranjang, tubuh tinggi jenjangnya berjalan keluar loteng, dilihatnya pemandangan London saat malam begitu indah sayang Renata tidak ada disini..bagi Frans mungkin jika Renata di London bersamanya setiap malam akan begitu nikmat. *** To be continued?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD