Terik sinar matahari perlahan memudar. Gulungan awan hitam terlihat di sisi barat yang tak lama lagi berjalan mendekat. Embusan angin pun semakin kencang membuat ranting pepohonan melambai-lambai seperti tarian penari hula-hula. Pemandangan itu cukup membuat Deby jengkel. Udara dingin, awan yang gelap, dan Deby merasakan perutnya yang lapar. Tidak sampai di situ, tak jauh darinya, Richard menyantap makan siangnya di meja makan. Bukan Richard tidak menawarinya, melainkan ia menolak setiap kali tawaran Richard. Namun, merasakan udara dingin membuatnya semakin lapar. Terlebih lagi ruangan dipenuhi dengan aroma ayam bakar, membuatnya tak sanggup ia menahannya lagi. Langkah Deby mendekati meja makan, melihat tampilan beberapa ayam bakar dan sambal, ia pun bergegas menarik kursi lalu duduk. R

