Semilir angin berembus pelan menggoyangkan ranting pepohonan. Udara sejuk perlahan masuk melalui celah pintu bagian sopir yang terbuka. Richard berdiri di celah pintu mobil bagian sopir, memperhatikan Deby yang menerima panggilan dari pria yang ia kenal. Mengetahui orang yang menghubungi Deby adalah Hans, wajah Deby pucat. Terlebih lagi Hans menanyakan keberadaannya sekarang. Ia pun terpaksa berbohong. Tidak ada kebohongan yang tak pernah terungkap. Sekalipun seseorang yang pandai merangkai kata, ataupun yang sanggup membuat alibi palsu, sebuah kebohongan akan terungkap. Namun, di saat seseorang sudah membuat kebohongan, akan tumbuh kebohongan kecil yang lainnya. Termasuk yang Deby lakukan sekarang. “A--aku..” Deby seakan tersudut setelah Hans mencurigai mobilnya yang masih terparki

