Memasuki gerbang rumah Albert, setelah turun dari mobil, wajah Daniel menjadi murung. Ia teringat pertemuan terakhirnya bersama Bella saat di Bandara tadi hingga tak sadar Tristan memanggilnya meski bayi itu tidak meronta dalam gendongan Mira. Tiba di depan teras, Albert menghadangnya dengan sebelah tangan memegang cangklong memaksa Daniel berhenti melangkah. “Bella sudah pergi?” tanyanya sekadar basa-basi. “Sudah, Pa.” Daniel menjawab tanpa senyum lalu terus berlalu memasuki rumah. Deby berjalan beberapa meter di depan Daniel dengan tangan melekatkan ponsel di telinga, lalu tiba-tiba ia berbalik dan setengah berlari menuju pintu utama. Melihat Deby yang seakan mendapat kabar penting, Daniel hanya menoleh ke belakang lalu melanjutkan langkahnya menuju tangga. Pikiran Daniel berkecamuk

