Baby Park

1087 Words
Happy Reading. * "Kalian yakin mau pindah?" Pertanyaan Namjoon hanya dibalas anggukan kepala dari Jimin. Rencananya mereka akan pindah Minggu depan, lagi pula baby Park akan segera lahir dan jika mereka tetap tinggal di dorm mereka takut jika ada yang tidak nyaman dengan kehadiran baby. Baby itu tidak bisa ditebak. Kadang anteng dan rewel. Apalagi jika tengah malam menangis, jelas itu sangat menganggu. Sebenarnya ini usulan Aliya, dan Jimin menerimanya dengan baik. "Yakin akan mengurus anak sendiri?" Aliya mengangguk pelan dan membuat semua kembali menghela nafas. Mereka tidak punya kuasa untuk menahan. Lagi pula semua sudah sama-sama Berumah tangga dan akan sangat tidak pantas jika ikut campur didalamnya. "Ayolah Eonni, Oppa kami masih digedung ini. Hanya beda lantai saja" kata Aliya membujuk member Bangtan. Jelas Aliya tau jika banyak yang tidak setuju, terutama Jin, Hoseok dan Taehyung. Mereka tidak bisa jauh dengan mereka. Apalagi Lisa? Lisa akan seperti bayi jika ditinggalkan Aliya. Sebenarnya dulu mereka sudah tinggal terpisah hanya saja, setelah Aliya hamil 4 bulan Jin memboyong mereka kembali ke dorm. Alasannya tentu saja karena takut terjadi sesuatu pada Aliya yang sering ditinggal Jimin konser. Hanya antisipasi saja. "Baiklah. Kalian boleh pindah, hanya saja sampai Baby Park berumur 2 bulan" Mendengar ucapan Jin tentu saja Aliya tidak setuju. 2 bulan? Itu terlalu lama. Nanti semuanya sudah terlalu bosan dan sering mendengar tangisan Baby-nya. "Aigoo Oppa kami pindah Minggu depan. Kenapa bisa menunggu anakku berumur 2 bulan? Itu terlalu lama" Tanya Aliya tidak setuju. Ia ingin segera pindah. "Bagaimana jika saat kau mau melahirkan Jimin tidak ada disamping mu? Siapa yang akan menolongmu nanti? Dan bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk padamu? Kau mau bertanggung jawab? Atau mau membuat kami mati khawatir hah?" Mendengar rentetan pertanyaan Jihyo, Aliya jadi salah tingkah plus gugup. Kenapa Jin dan Jihyo sama. Sangat suka memojokkan orang. Dasar pasangan Kim. "Tapi~~~" "Aliya pindah saat usia Baby Park cukup. Dan tidak ada bantahan. Tidak ada pembicaraan ini lagi dan bubar" ucapan final Jin mengakhiri semuanya. Jika sudah seperti ini tidak akan ada yang bisa membantah Jin. Kakak tertua bisa mengamuk nanti. Tentu saja akan berbahaya. "Kalian semua kembali kekamar" kata Jin tegas dan berlalu duluan meninggalkan semua yang menghela nafas pasrah. Sementara Jihyo langsung menyusul Jin kekamar mereka. "Kenapa kalian mau pindah?" Tanya Hoseok pelan. Aliya hanya diam menatap Hoseok, lain halnya Jimin yang siap untuk menjawab pertanyaan Kakaknya. "Bayi tidak bisa diprediksi Hyung. Kadang tenang juga berisik. Kita sama-sama tau jika waktu istirahat adalah yang terpenting, dan aku tidak mau semua terganggu jika suatu waktu anakku menangis. Hanya antisipasi saja, kalian pasti lelah beraktivitas dan ini akan sangat tidak menyenangkan" Jawaban Jimin membuat yang lain menggeleng tidak percaya. Sebegitu khawatir-nya Jimin tentang itu? "Kenapa kau berkata seperti kami orang asing Jim? Kita saudara dan mereka juga keponakan kami. Hal seperti itu bisa kami maklumi dan kami anggap biasa. Seharusnya kau tidak perlu Risau" Jimin menggeleng cepat mendengar ucapan Namjoon. "Aku ingin benar-benar menjalani kehidupan pernikahan sempurna dengan Aliya dan anakku Hyung. Kami ingin benar-benar fokus pada keluarga kami sendiri. Lagi pula dulu sebelum kami menikah kalian sudah berjanji akan membiarkan kami tinggal mandiri. Hanya saja waktu itu Aliya sedang hamil muda dan aku sibuk konser. Itu hanya antisipasi jika terjadi sesuatu dengan Aliya atau hal lainnya. Dan kurasa sudah saatnya kami kembali ke kehidupan kami dulu" Yoongi menepuk pundak Jimin pelan. Ia mengerti apa yang Jimin inginkan. "Jika itu keputusan mu maka lakukanlah. Tapi ingat Jin Hyung, dia juga ingin kalian disini dan dia juga punya hak atas anak kalian. Kau lupa jika Jin Hyung adalah Ayah Aliya?" Pertanyaan Yoongi membuat Jimin tidak bisa berkutik lagi. "Geumanhaeyo Oppa. Sebenarnya aku yang ingin pindah dari sini. Tapi jika itu keinginan kalian maka akan aku jalankan. Kami akan tinggal disini selama waktu yang ditentukan Jin Oppa. Lagi pula aku tidak mungkin meninggalkan keluargaku" kata Aliya lembut dan membuat semuanya tersenyum lega. "Baiklah kalau begitu. Sekarang masuk kekamar kalian. Ini sudah larut" kata Yoongi menginstruksi dan berlalu kearah kamarnya. "Enak saja pindah. Kalian tidak bisa membawa keponakan ku begitu saja" Aliya tersenyum mendengar ucapan Lisa. Dasar Childish. "Kau juga mau punya anak. Jangan ambil bagian ku" kali ini Joy yang bersuara dan membuat yang lain tertawa lagi. Joy dan Lisa memang sangat lucu jika berdebat. "Hehe anakku masih lama Eonni" kata Lisa sambil mengusap perut datarnya. "Aku iri dengan kalian. Huh kapan aku jadi Ayah?" Joy tersenyum mendengar ucapan Hoseok. Hanya gurauan karena semuanya sudah mau punya anak dan mereka belum. Wajarlah mereka terakhir menikah, dan pasti akan jadi yang terakhir. Jihyo juga sedang isi hanya saja usianya baru 2 Minggu, sedangkan Lisa sudah 10 Minggu, Momo 24 Minggu. Momo tidak ada disini, Momo ada rumah Nayeon untuk membantu persiapan pertunangan Nayeon yang akan digelar 4 hari lagi. Sementara Jihyo akan menyusul nanti bersama Jin. "Hajar saja Hyung" kata Taehyung keras dan membuatnya dapat jitakan dari Jimin. "Ada Jungkook Bodoh" ketus Jimin dan membuat yang lain tertawa. Dasar Line 95! "Sudahlah kalian kembali kekamar saja" kata Namjoon memisah. * "Mereka hanya terlalu menyayangi kita. Makanya protektif" ujar Jimin yang memeluk Aliya erat dari belakang. "Aku tau" balas Aliya mengusap tangan Jimin. Malam semakin larut dan mereka tidak berniat tidur. Sibuk bercerita dan berdebat, keduanya butuh waktu senggang untuk berbicara berdua. "Oppa yakin tidak mau menggunakan Apartment kita yang lama?" Sebenarnya Aliya ingin menggunakan Apartment mereka yang lama tapi Jimin menolak dan membeli Apartment baru satu gedung dengan Bangtan. Katanya Apartment mereka yang lama tidak cukup besar untuk anak mereka nanti. Ada-ada saja Si Bagel ini. "Hem. Lagi pula Eomma pasti akan tinggal lama disini jika Cucunya lahir. Aku hanya ingin memberikan kenyamanan untuk semuanya. Kau, anak kita, dan keluarga saja sayang" jawab Jimin yang memejamkan matanya. Tiba-tiba mata Jimin terasa berat. "Barang-barang Baby-nya ditaruh di Apartment langsung saja nde? Akan sangat merepotkan jika kita pindah-pindah terus" Jimin hanya bergumam membalas ucapan Aliya. Matanya mulai terpejam sempurna. "Aku mengantuk sayang" Aliya tersenyum dan mengusap tangan Jimin. "Tidurlah" ujar Aliya lembut dan Jimin benar-benar memejamkan matanya. "Jalja Sayang, Baby Park" * "Hyung kau mau kemana?" Tanya Hoseok pada Yoongi yang rapi pagi-pagi hari. Padahal semuanya masih bermalas-malasan dan Yoongi sudah siap dengan pakaian Casual-nya. "Cari angin Hoseok-ah" jawabnya datar dan akan berlalu tapi Hoseok kembali menahan tangannya dan membuat Yoongi menatap bingung kearah Hoseok. "Sebenarnya aku tidak ingin memberitahu mu tapi sepertinya kau perlu tau" Yoongi tidak mengerti apa yang dimaksud Hoseok. Terlalu berbelit-belit. "Apa?" Tanya Yoongi ingin tau dan Hoseok hanya menghela nafas dan menatap dalam Yoongi. "Wendy~~~dia kembali ke Amerika" jawab Hoseok akhirnya. "Mwo?" TBC .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD